Bagikan

Wamen PU Beri Kabar Terbaru soal Kelanjutan Proyek Tol Puncak dan Becakayu di Era Prabowo

JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti merespons terkait kelanjutan proyek Tol Puncak 2 dan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2B di era Kepresidenan Prabowo Subianto.

Menurutnya, kedua proyek itu masih ditahan terlebih dahulu karena Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Negara dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 yang menghemat anggaran infrastruktur hingga Rp 29,57 triliun.

Baca Juga

Jasa Marga (JSMR) Tertarik Ikut Tender Tol Puncak 2, Kementerian PU Bilang Begini

“Ya, kalau dengan APBN (2025) tidak mungkin. Kan saya bilang, kalau dengan (skema) KPBU (kerja-sama pemerintah dan badan usaha) lanjut, kalau dengan APBN enggak dahulu, di-pending, dikaji lagi,” kata Diana saat ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2025).

Sebelumnya diberitakan, Kementerian PU berencana mengusulkan kelanjutan proyek Tol Becakayu Seksi 2B ke wilayah Tambun kepada Presiden Prabowo Subianto.

Eks Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra menjelaskan, saat ini proses kelanjutan Tol Becakayu Seksi 2B telah masuk tahap pelelangan dan tengah menunggu pemenang lelang di paket konstruksi tol tersebut.

“Kita sedang mengusulkan ke Pak Menko (Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan). Pak Menko minta dieksplorasi lagi terkait urgensi pembangunan Tol Becakayu. Kita sudah melaporkan bahwa kita sudah tahapan lelang dan menunggu tindak lanjutnya. Nantinya, Pak Menko akan melapor kepada Pak Presiden terkait Tol Becakayu,” jelas Rachman di kantor Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu (8/1/2025).

Penampakan kemacetan jalur wisata Puncak Bogor pada masa libur Lebaran 2024 di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jumat (12/4/2024). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. ()
Source:

Rachman memerinci, nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan Tol Becakayu Seksi 2B kurang lebih Rp 5,9 triliun. “(Berapa nilai investasinya?) Rp 5,9 triliun, yang paket 1 sudah lelang, yang paket 2 persiapan untuk lelang,” jelas dia.

Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggodok rencana strategis (renstra) 2025-2029. Salah satu proyek yang sedang digodok masuk dalam renstra itu, yakni terkait proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2B yang akan masuk ke wilayah Tambun.

“Misalnya, kan lagi diusulkan Tol Becakayu oleh Pak Dirjen Bina Marga (Rachman Arief Dienaputra). Saya minta hitungan sosio ekonominya kayak apa. Misalnya, kalau enggak saya buka, kenapa? Kalau kita misalkan ok, apa nih kontribusi positifnya kepada kehidupan rakyat, secara umum Jakarta maupun masyarakat sekitarnya, seperti apa?” kata Dody saat ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta, Senin (6/1/2024) malam.

Namun demikian, ia belum bisa memperinci nilai anggaran untuk pembangunan lanjutan Tol Becakayu tersebut. “Kalau detailnya belum, kan lagi dikerjain sama Pak Dirjen Bina Marga,” kata Dody.

Berdasarkan laman lpse.pu.go.id, Tol Becakayu Seksi 2B paket 2 saat ini masih dalam tahap pelelangan. Sedangkan, Tol Becakayu Seksi 2B paket 1 tengah diproses untuk lelang kembali.

Terpisah, Eks Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Triono Junoasmono mengungkapkan, Tol Puncak 2 saat ini sedang masuk tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan ditargetkan rampung 2025.

Dia menyatakan, Tol Puncak 2 akan langsung dilelangkan setelah studi kelayakan selesai. “(Tol Puncak) masih kajian FS. Kajiannya selesai tahun depan. (Setelah itu, 2026 lelang?) Setelah itu dilelang,” ungkap Yongki, sapaan akrab Triono, di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2024) lalu. 

Baca Juga

Studi Kelayakan Tol Puncak Rampung Tahun Depan, Lelang 2026?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) periode 2014-2024 Basuki Hadimuljono pernah mengungkapkan, rencana pembangunan Tol Puncak 2 yang dimulai dari Sentul hingga Taman Bunga akan digarap kabinet baru alias pemerintahan Prabowo–Gibran. 

“Ya, itu dahulu kan direncanakan Tol Puncak 2 dari Sentul ke Taman Bunga. Nanti tinggal putusan kabinet (Prabowo-Gibran) saja,” kata Basuki saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2024) lalu.

Tol Puncak akan terbentang sepanjang 52 km dan terbagi menjadi lima seksi. Tol Puncak akan terkoneksi dengan tol existing, yakni Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang akan disambung ke Cianjur. Rencana pembangunan jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur telah disampaikan mantan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan nilai investasi diperkirakan sekitar Rp 24,37 triliun.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024