Gebrakan Awal 2025, PHR Kenalkan Metode Steamflood Genjot Produksi Migas
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meningkatkan produksi minyak di zona Rokan pada awal 2025 dengan melaksanakan put on injection (POI) pertama pada proyek enhanced oil eecovery (EOR) atau steamflood di lapangan North Duri Develelopment (NDD) A14.
Keberhasilan metode steamflood merupakan bukti inovasi anak bangsa dalam mengembangkan teknologi di sektor migas. Hal ini menjadi upaya PHR untuk bisa mewujudkan ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Minyak Anjlok ke US$ 74,2 Setelah Trump Ulangi Janjinya untuk Pangkas Harga
PHR mencatatkan kinerja terbaiknya ketika POI injector/pattern pertama tersebut dilakukan lebih cepat dari rencana semula di Mei 2025. Dengan keberhasilan ini, PHR dapat mempercepat proses injeksi pada sumur-sumur berikutnya dan seluruh 15 injector/pattern akan diselesaikan pada akhir Juni 2025.
“Pencapaian proyek NDD A14 ini merupakan hasil kerja segenap pekerja PHR yang berinovasi dalam meningkatkan produksi. Semoga proyek steamflood ini akan memberikan dampak positif dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional," kata Direktur Utama PHR Ruby Mulyawan, Jumat (7/2/2025).
Keberhasilan ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam pengembangan lapangan minyak di zona Rokan. Melalui steamflood lapangan NDD A14 ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan.
Proyek steamflood di lapangan NDD A14 ini merupakan bagian dari strategi PHR untuk mengoptimalkan potensi reservoir minyak di Blok Rokan melalui teknologi EOR. Dengan menginjeksikan uap ke dalam reservoir, viskositas minyak akan berkurang sehingga lebih mudah mengalir dan dapat diproduksikan.
Lapangan NDD A14 merupakan pengembangan area steamflood baru setelah alih kelola WK Rokan oleh Pertamina. Adapun proyek pengembangan lapangan NDD A14 stage-1 ini, meliputi pemboran sebanyak 68. Dari 68 sumur itu, sebanyak 47 merupakan sumur produksi, 15 sumur steam injector, dan 6 sumur observasi dengan estimasi cadangan proyek sebesar 6.74 MMBO (juta barel minyak).
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengapresiasi upaya PHR dalam mengoptimalkan potensi di WK Rokan melalui teknologi EOR. Injeksi uap pertama di lapangan NDDA14 menjadi langkah maju pada awal 2025 dalam meningkatkan produksi nasional.
Baca Juga
“Tentunya ini menjadi kabar baik bagi industri hulu migas Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan perusahaan dalam meningkatkan produksi minyak dan memperpanjang usia produksi lapangan-lapangan minyak di Indonesia. Diharapkan metode ini akan terus berjalan lancar dengan tetap mengedepankan kinerja andal dan selamat,” ujar dia.
Selain itu, SKK Migas telah menyetujui usulan plan of development (POD) steamflood EOR atau Injeksi uap di lapangan Rantaubais tahap-1. PHR siap bergerak melakukan pengembangan lapangan Rantaubais untuk mendukung ketahanan energi nasional.

