Minyak Anjlok ke US$ 74,2 Setelah Trump Ulangi Janjinya untuk Pangkas Harga
CHICAGO, investortrust.id - Harga minyak mentah dunia turun pada Kamis (6/2/2025) setelah Presiden AS Donald Trump mengulangi janjinya untuk menaikkan produksi minyak AS guna menurunkan harga komoditas. Hal ini membuat para pedagang gelisah sehari setelah AS melaporkan lonjakan persediaan minyak mentah, lebih besar dari yang diproyeksi.
Baca Juga
Harga minyak Brent acuan global turun 32 sen atau 0,4% menjadi US$ 74,29 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan AS
turun 42 sen atau 0,6% menjadi US$ 70,61.
Harga minyak telah anjlok sekitar 10% sejak 15 Januari 2025, 5 hari sebelum Donald Trump menjabat presiden AS. Lalu pasar minyak terguncang perubahan cepat kebijakan tarif AS terhadap mitra dagang utamanya.
Harga minyak sempat pulih pada Kamis setelah Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi baru terhadap individu dan entitas di berbagai yurisdiksi karena memfasilitasi pengiriman jutaan barel minyak mentah Iran ke China. Langkah tersebut dilakukan setelah Trump awal minggu ini berjanji menjadikan ekspor minyak Iran nol. Ini sebagai upaya AS menghentikan Iran memperoleh senjata nuklir.
“Pemberitahuannya sudah keluar, jika Anda penyuling atau pengirim minyak Iran, Anda berisiko dikenai sanksi Departemen Keuangan,” kata analis Price Futures Group Phil Flynn dilansir CNBC.
Baca Juga
Pergerakan harga juga dipengaruhi keputusan BUMN Arab Saudi, Saudi Aramco, untuk menaikkan harga minyak mentah bulan Maret secara tajam bagi pembeli di Asia.
Harga minyak anjlok lebih 2% pada Rabu (5/1/2025) karena peningkatan persediaan AS. Hal ini menandakan melemahnya permintaan, sementara investor juga mempertimbangkan implikasi putaran baru tarif perdagangan AS-Tiongkok, termasuk bea atas produk energi.

