Verifikasi Google Imbas Kurs Rupiah yang 'Ngaco' Dipertanyakan
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh angka Rp 8.170,65 per dolar AS di Google pada 1 Februari 2025. Kejadian eror itu pun tidak luput dari sorotan publik yang menilai proses verifikasi data di Google Finance.
Direktur Ekonomi Digital dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, dampak masalah tersebut turut membuat kepercayaan atas data keuangan di Google menurun.
Baca Juga
BI 'Colek' Google Gegara Rupiah Mendadak Menguat ke Rp 8.170 per Dolar AS
"Yang pasti, Google tidak dijadikan rujukan lagi untuk beberapa data finance, terutama untuk nilai tukar dan saya rasa memang seharusnya bukan dijadikan rujukan data nilai tukar," kata Huda dalam pesan singkat kepada investortrust.id, Selasa (4/2/2025).
Dia menilai, publik kini bisa lebih mempertimbangkan menggunakan rujukan lebih terpercaya, seperti data Bank Indonesia (BI), atau layanan perbankan lainnya.
Sebelumnya, Google Indonesia telah mengakui adanya eror pada layanan mereka. Perusahaan menyebutkan masalah tersebut berasal dari pihak ketiga. "Kami menyadari adanya masalah yang memengaruhi informasi nilai tukar rupiah (IDR) di Google Search. Data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga," bunyi pesan perwakilan Google Indonesia.
Baca Juga
Pangkas Biaya dan Fokus ke AI, Google Tawarkan PHK Sukarela untuk 25.000 Karyawan
Namun, Huda menyoroti klaim tersebut. Pasalnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda layanan tersebut mengalami perbaikan seperti yang disampaikan sebelumnya.
"Meski Google menyampaikan bahwa ada kesalahan data pihak ketiga yang dijadikan rujukan, tetapi memang klaim tersebut juga lemah karena sistem verifikasi Google pasti dipertanyakan," sambung ekonom itu.
Dia menilai, penurunan dolar AS hingga 50% tidak mungkin terjadi dalam waktu 1 hari. "Kecuali AS menjadi negara bangkrut," jelas Huda. (C-13)

