Pangkas Biaya dan Fokus ke AI, Google Tawarkan PHK Sukarela untuk 25.000 Karyawan
CALIFORNIA, investortrust.id - Google menawarkan program pengunduran diri sukarela bagi karyawan divisi platforms & perangkat (P&D) sebagai bagian pemangkasan biaya dan pergeseran fokus ke kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Divisi P&D mencakup 25.000 karyawan tetap yang bekerja di berbagai proyek, seperti Android, Chrome, ChromeOS, Google Photos, Google One, Pixel, Fitbit, dan Nest. Program ini berlaku bagi karyawan di Amerika Serikat (AS), meski jumlah pastinya belum diketahui.
Baca Juga
Bertemu Google Indonesia, Mendag Budi Bahas AI untuk Tingkatkan Ekspor UMKM
Lewat memo internal, Wakil Presiden Senior Platforms dan Perangkat Rick Osterloh mengatakan, Google terus melakukan efisiensi sejak April 2024 seusai menggabungkan divisi Android dan Pixel. Langkah ini sejalan strategi perusahaan mempercepat pengembangan AI.
Sebelumnya, CFO baru Google Anat Ashkenazi menegaskan, salah satu prioritasnya memangkas biaya demi memperluas investasi pada infrastruktur AI pada 2025. "Setiap organisasi selalu bisa lebih efisien, dan saya akan mencari lebih banyak peluang," ujar Ashkenazi dikutip dari Engadget, Senin (3/1/2025).
Beberapa karyawan menyambut baik opsi pengunduran diri sukarela dibanding pemutusan hubungan kerja (PHK) mendadak. Petisi internal bertajuk 'Job Security' sebelumnya sempat beredar di kalangan karyawan, meminta agar Google menawarkan buyout sebelum melakukan PHK besar-besaran. "Program ini mungkin cocok bagi mereka yang kesulitan memenuhi tuntutan pekerjaan atau merasa kurang selaras dengan misi divisi ini," tambah Osterloh dalam memo tersebut.
Google juga terus memperkuat dominasinya dalam AI. Pada Agustus 2024, perusahaan meluncurkan fitur AI terbaru untuk perangkat Android dan mengintegrasikannya ke Pixel, mendahului Apple yang baru merilis fitur Apple Intelligence AI untuk iPhone.
Selain itu, Google mengakuisisi tim teknisi dari HTC Vive untuk mempercepat pengembangan Android XR, platform yang dirancang untuk ekosistem headset dan kacamata pintar.
Meski divisi P&D bukan mesin utama pendapatan Google, seperti bisnis iklan pencarian, divisi ini tetap mengalami pertumbuhan signifikan. Pada kuartal ketiga 2024, pendapatan divisi ini mencapai US$ 10,66 miliar, naik 28% dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga
TikTok Resmi Ditutup di Amerika Serikat, Apple dan Google Hapus Layanan Aplikasi
Di sisi lain, Google tengah menghadapi tantangan potensial tarif impor yang direncanakan Presiden AS Donald Trump terhadap China, Kanada, dan Meksiko. Kenaikan tarif ini dapat meningkatkan biaya produksi perangkat keras Google.
Sebelumnya, pada Januari 2024, Google melakukan PHK di beberapa divisi, termasuk tim perangkat keras, teknik pusat, dan Google Assistant. Meskipun ada langkah efisiensi, Google tetap berinvestasi besar dalam AI dan teknologi inovatif untuk mempertahankan dominasinya di industri teknologi global. (C-13)

