DeepSeek Bikin Geger, SoftBank Bakal Investasi Jumbo untuk OpenAI
SAN FRANCISCO, investortrust.id - SoftBank Group tengah dalam pembicaraan untuk memimpin pendanaan OpenAI hingga US$ 40 miliar, yang berpotensi menjadi rekor pendanaan tunggal terbesar bagi perusahaan swasta. Pendanaan ini akan meningkatkan valuasi OpenAI menjadi US$ 300 miliar atau naik dua kali lipat dari US$ 150 miliar hanya beberapa bulan lalu.
Dikutip dari Reuters, Jumat (31/1/2025), investasi ini dilakukan di tengah persaingan ketat di industri AI, terutama dengan kemunculan DeepSeek. Diketahui bahwa model DeepSeek-V3 yang baru saja dirilis hanya membutuhkan kurang dari US$ 6 juta untuk pelatihan menggunakan chip Nvidia H800, jauh lebih hemat dibanding investasi besar dari perusahaan lain.
SoftBank berencana menanamkan dana melalui convertible notes, serupa dengan skema pendanaan OpenAI sebelumnya. Namun, investasi ini bergantung pada restrukturisasi OpenAI yang harus melepaskan kontrol dari badan non profit-nya.
Jika kesepakatan ini terjadi, SoftBank dan CEO-nya, Masayoshi Son, akan membuat taruhan besar di sektor AI. Saat ini, SoftBank memiliki sekitar US$ 30 miliar dana tunai untuk diinvestasikan berdasarkan laporan keuangan terbaru.
Baca Juga
Begini Alasan Kenapa DeepSeek Sempat Bikin Harga Bitcoin Anjlok
Seperti diberitakan investortrust.id sebelumnya, SoftBank diperkirakan akan menggelontorkan US$ 15 miliar hingga US$ 25 miliar langsung ke OpenAI yang sebagian besar dananya digunakan untuk proyek Stargate. Proyek ini merupakan kerja sama antara Oracle, OpenAI, dan SoftBank, dengan target investasi hingga US$ 500 miliar guna mempertahankan keunggulan teknologi AI AS atas China dan pesaing lainnya.
SoftBank sebelumnya telah berkomitmen US$ 15 miliar untuk Stargate, dan investasi tambahan ini semakin mempertegas perannya dalam industri AI global. Meski masih tahap awal, langkah ini menunjukkan keseriusan SoftBank dalam menguasai sektor AI.
Baca Juga
Indonesia Bisa Ambil Cuan dari Persaingan DeepSeek dan ChatGPT
Di sisi lain, pendanaan besar di sektor AI bukan hanya dilakukan oleh SoftBank. Microsoft dan Meta juga telah mengalokasikan anggaran besar. Microsoft sebelumnya telah menganggarkan US$ 80 miliar untuk pengembangan AI dalam tahun fiskal ini. Sedangkan Meta berkomitmen hingga US$ 65 miliar untuk memperkuat teknologi AI mereka.
Munculnya DeepSeek jelas menimbulkan tantangan baru. Pasalnya, perusahaan rintisan asal China itu mampu mengembangkan chatbot AI seperti milik OpenAI dengan biaya lebih rendah. Ini memicu kekhawatiran apakah OpenAI dan perusahaan besar lainnya dapat terus mempertahankan keunggulan mereka sambil menghadapi persaingan dari pemain baru dengan model lebih efisien. (C-13)

