Indonesia Bisa Ambil Cuan dari Persaingan DeepSeek dan ChatGPT
JAKARTA, investortrust.id - Persaingan antara chatbot AI DeepSeek dan ChatGPT dapat menjadi peluang Indonesia untuk bisa mengambil keuntungan. Terlebih, persaingan ini berpotensi menjadi alat perang dagang bagi China dengan Amerika Serikat.
Executive Director Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menilai bahwa persaingan DeepSeek dengan perusahaan teknologi seperti OpenAI, Google, hingga Meta, dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia.
"DeepSeek adalah game changer dalam dunia AI, terutama akan jadi pesaing serius ChatGPT. Ini jelas akan menjadi perang dagang, antara AS dan sekutunya dengan Tiongkok," kata Heru dalam pesan singkat yang diterima investortrust.id, Kamis (30/1/2025).
Menurutnya, baik DeepSeek ataupun ChatGPT sejatinya tidak jauh berbeda secara fungsinya. "Sebab kalau kita lihat, ya sama saja antara ChatGPT dan DeepSeek dalam hal layanan, result dan metode pencarian data. Yang membedakan hanya biaya berlangganan," sambungnya.
DeepSeek diketahui menawarkan harga lebih murah bagi penggunanya, yakni sekitar US$ 0,50 per bulan atau setara Rp 8.116 saja. Sementara ChatGPT mematok biaya US$ 20 per bulan atau sekitar Rp 324.640.
Terlepas dari hal itu, Heru menyebut Indonesia punya potensi besar untuk memanfaatkan persaingan di pasar teknologi AI. Terlebih, Indonesia menjadi salah satu pasar potensial untuk penggunaan AI di kawasan Asia.
Melihat sentimen negara Eropa terkait penggunaan DeepSeek, pakar teknologi itu menegaskan agar Indonesia bisa melihat fenomena tersebut dengan netral yang kemudian memanfaatkannya menjadi 'cuan' investasi.
"Kita terbuka saja dengan teknologi dan layanan yang ada, tapi dengan syarat memberikan kontribusi bagi Indonesia. Baik kontribusi investasi, kontribusi pembukaan lapangan kerja, perpajakan, maupun alih teknologi bila DeepSeek atau ChatGPT akan mengembangkan pasar di Indonesia," harapnya.
Pasar teknologi AI di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Statista pada tahun 2024, ukuran pasar AI di Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 2,4 miliar, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 28,69%. Diperkirakan, pada tahun 2030, volume pasar ini akan mencapai US$ 10,88 miliar. (C-13)

