Stasiun BNI City Jadi Percontohan Smart Station, Ini Layanannya
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) Asdo Artriviyanto mengungkapkan rencana perusahaan yang ingin memodernisasikan seluruh stasiun kereta rel listrik (KRL) menjadi smart station.
''Smart station ini akan kita bangun di Stasiun BNI City sebagai percontohan. Jadi, semuanya nanti dilayani secara digital, mulai informasi, layanan tap in-out, layanan toilet, musala, dan sebagainya nanti menggunakan teknologi digitalisasi,'' kata Asdo saat konferensi pers di kantor KAI Commuter, Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Dia menambahkan, pihaknya akan mengembangkan smart station secara bertahap mengingat masih ada sejumlah stasiun KRL yang berada di luar kota alias daerah-daerah.
Baca Juga
KAI Commuter Bidik Angkut 383,78 Juta Penumpang di Pulau Jawa Sepanjang 2025
''Awalnya akan kita coba (smart station) di stasiun-stasiun besar yang mayoritas masyarakatnya sudah familiar dengan QRIS. Kalau untuk di daerah-daerah bagaimana nasibnya? Tetap kita layani secara manual melalui loket atau ticket vending machine,'' ucap Asdo.
Target 2025
Sementara Asdo Artriviyanto menargetkan, sebanyak 383,78 juta penumpang akan naik-turun menggunakan layanan kereta rel listrik (KRL) di seluruh Pulau Jawa sepanjang 2025.
Berdasarkan hasil Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, menurut Asdo, KAI Commuter membidik peningkatan volume penumpang 2025 hingga 383,78 juta atau naik 2,48% dibandingkan tahun sebelumnya 374,48 juta. “Prediksi kita (KAI Commuter), pengguna commuter line dari 2024 ke 2025 meningkat sebesar 383 juta atau naik 2,48%. Memang peningkatannya tidak terlalu signifikan, dengan kondisi sarana yang masih mengalami keterbatasan,” ucap Asdo.
Asdo memaparkan volume penumpang KRL sepanjang 2024 telah tembus 374,48 juta atau naik 12,83% (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sejumlah 331,89 juta. “Jadi, total (volume) tahun 2024 itu 374.484.307 penumpang dibandingkan tahun lalu ini peningkatannya cukup signifikan,” kata Asdo.
Baca Juga
KAI Catat 133.375 Orang Naik LRT Jabodebek Selama Libur Isra Miraj
Adapun volume penumpang tertinggi dipegang oleh Jabodetabek sebanyak 328 juta orang, disusul oleh Wilayah 2 Bandung Raya sekitar 16 juta orang, dan Wilayah 8 Surabaya sebanyak 14 juta orang.
Kemudian, lanjut Asdo, KRL atau Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) mencatatkan sebanyak 2 juta penumpang di sepanjang 2024. “Lalu, Commuter Line wilayah 1 Rangkasbitung-Merak sebanyak 4 juta (penumpang), Jogja dan Jawa Tengah ini ada total 8 juta (penumpang), dan Surabaya total ada 14 juta (penumpang),” paparnya.

