Geber Produksi Minyak, PHE Tawarkan 251 Sumur Idle pada Swasta
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream Pertamina menjalin kemitraan dengan swasta untuk menggarap sumur idle sebagai upaya peningkatan produksi minyak dan gas (migas) dalam rangka mendukung swasembada energi. Untuk tahap awal, PHE berencana menawarkan sekitar 251 sumur kepada calon mitra.
"PHE sudah mulai menginventarisir sumur-sumur idle di wilayah kerja subholding upstream yang bisa dimitrakan," kata VP Production & Project PHE Benny Sidik dalam kegiatan sosialisasi konsep kerja sama pengelolaan kemitraan sumur idle kepada calon mitra/penyedia teknologi di Hotel Bidakara, Jakarta, seperti dikutip dalam keterangannya, Jumat (31/1/2025). Kegiatan sosialisasi ini dihadiri dari 98 perusahaan calon mitra/provider teknologi.
Baca Juga
Bahlil Bentuk Satgas Penataan Sumur Idle dan Optimalisasi 'Lifting' Migas
Sumur idle adalah sumur migas yang sudah ada tetapi tidak diproduksikan. Sumur ini juga disebut sebagai sumur yang "mati suri". Reaktvasi sumur idle merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi migas.
Menurut Benny, pada 2025, PHE akan menggelar dua batch penawaran sumur idle. Pada batch satu ini, PHE berencana menawarkan sekitar 251 sumur kepada calon mitra. Diharapkan, jumlah sumur yang ditawarkan akan bertambah pada batch dua. "Diharapkan, dengan bantuan mitra yang mempunyai kemampuan dari sisi teknikal, safety, maupun keuangan, upaya reaktivasi sumur idle ini dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan lifting minyak nasional," kata Benny.
Selama ini, jelas Benny, banyak bentuk kemitraan yang sudah dijalankan Pertamina, di antaranya participation interest (PI), kerja sama operasi (KSO), pengelolaan sumur tua, kerja sama KUD/BUMD, dan network collaboration for new potential (NCNP). "Saat ini, kemitraan sumur idle sudah ada yang berjalan sejak 2024 di regional 1 (Sumatera)," kata dia.
Subkoordinator Pemantauan Usaha Eksploitasi Migas Kementerian ESDM Jungjungan Mulia mengatakan, dengan masuknya investor swasta diharapkan pengoperasian sumur idle bisa dipercepat dari sebelumnya 2026 menjadi 2025. "Target lifting harus naik. Kemitraan pengelolaan sumur idle ini merupakan langkah awal untuk mencapai target tersebut. Pararel kita juga sedang finalisasi Kepmen kemitraan sumur Idle untuk mengatur kerja sama ini" tuturnya.
Baca Juga
Sumur-Sumur 'Idle' Sudah Ditawarkan ke Swasta, ESDM Catat Peminatnya
Sementara itu, Kadiv Produksi dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Bambang Prayoga berharap, seluruh sumur idle dapat segera berproduksi. Terlebih lagi, keberadaan sumur idle ini sudah banyak dibahas penanganannya.
Bahlil Lahadalia dalam sebuah kesempatan mengungkapkan pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto menargetkan produksi minyak mentah domestik dapat mencapai 900.000 hingga 1 juta barel per hari (bph) pada 2028-2029. Untuk mencapai target tersebut, terdapat tiga strategi utama yang akan dilakukan oleh pemerintah. "Ada tiga konsep," ucap Bahlil.
Pertama, pemanfaatan sumur idle, pemerintah akan mengaktifkan kembali sumur-sumur minyak yang tidak produktif agar dapat kembali berproduksi. Kedua, optimalisasi sumur eksisting dengan teknologi enhanced oil eecovery (EOR). Teknologi EOR diharapkan dapat meningkatkan produksi dari sumur-sumur yang sudah beroperasi. Ketiga, mendorong sejumlah proyek lapangan minyak yang telah selesai eksplorasi untuk mendapatkan persetujuan plan of development (PoD).
Jumlah sumur idle di Indonesia mencapai 6.402 sumur. Dari jumlah tersebut, 4.457 sumur memiliki potensi, sedangkan 1.040 sumur masih dalam evaluasi. Sementara Pertamina Hulu Energi (PHE) juga telah menargetkan untuk mereaktivasi 1.400 sumur idle.

