Kejar Target Produksi Migas, Menteri Bahlil Dorong Reaktivasi Sumur Idle
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan merevitalisasi sumur minyak yang saat ini tidak aktif atau idle.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh pihak terkait (stakeholder) untuk segera merealisasikan program reaktivasi sumur migas ini.
"Saya perintahkan sumur-sumur idle yang dikuasai KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) kalau tidak dijalankan, kita cabut izinnya," ujar Bahlil dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (27/8/2024).
Bahlil mengungkapkan, terdapat potensi produksi tambahan yang cukup besar dari sumur-sumur idle ini. Maka dari itu, reaktivasi sumur-sumur idle ini menurutnya menjadi hal yang penting dilakukan demi memenuhi target produksi migas nasional.
Baca Juga
Kementerian ESDM Tanggapi Keinginan Prabowo Percepat Penggunaan B50
"Dengan mengoptimalkan kembali sumur-sumur yang ada, kita dapat meningkatkan produksi migas secara signifikan tanpa perlu melakukan eksplorasi baru yang membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar," terang dia.
Sebagai informasi, dari total 44.985 sumur yang ada di Indonesia, terdapat 16.990 sumur yang masuk pada kriteria idle well. Namun, tidak semua memiliki potensi untuk direaktivikasi karena sejumlah hal, seperti tidak adanya potensi subsurface, keekonomian yang tidak terpenuhi karena high cost rectivation dan harga minyak mentah dunia pada saat itu, serta faktor HSE dan non-teknikal seperti masalah masyarakat.
Bahlil menjelaskan bahwa reaktivasi sumur idle merupakan salah satu langkah strategis juga untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Dengan meningkatnya produksi migas, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan devisa negara.
Pemerintah sendiri telah menetapkan kriteria Bagian Wilayah Kerja (WK) Migas potensial yang idle, yaitu lapangan produksi yang selama 2 tahun berturut-turut tidak diproduksikan, atau terdapat lapangan dengan plan of development (POD) selain POD ke-1 yang tidak dikerjakan selama 2 tahun berturut-turut.
Selain itu juga apabila terdapat struktur pada WK eksploitasi yang telah mendapat status discovery dan tidak dikerjakan selama 3 tahun berturut-turut.
Baca Juga
Harga Emas Antam Stabil di Rp 1.420.000 per Gram, Termurah Rp 760.000
KKKS diberikan beberapa opsi untuk mengoptimalkan WK idle ini, antara lain:
- Mengerjakan sendiri: KKKS dapat langsung menggarap WK idle tersebut.
- Kerja sama: Bekerja sama dengan badan usaha lain untuk menerapkan teknologi tertentu.
- Diambil alih KKKS lain: WK idle dapat diusulkan untuk dikelola oleh KKKS lain.
- Dikembalikan ke negara: WK idle dapat dikembalikan ke negara untuk dilelang kembali.

