Mark Zuckerberg Santai Soal Ancaman DeepSeek di Industri AI
CALIFORNIA, investortrust.id - CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengaku tidak takut dengan kehadiran DeepSeek dalam persaingan industri teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dia mengklaim tidak akan memangkas biaya belanja AI Meta, meski DeepSeek diklaim bisa dikembangkan dengan biaya yang jauh lebih murah.
"Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan soal infrastruktur dan belanja modal (Capex), investasi besar dalam infrastruktur akan menjadi keunggulan strategis jangka panjang," kata Zuckerberg dikutip dari CNBC, Kamis (30/1/2025).
Bos Meta itu menyebut perusahaannya masih menganalisis terobosan DeepSeek dan ingin mengadopsi beberapa inovasi tersebut ke dalam proyek AI mereka. Dia menegaskan bahwa kemajuan teknologi dari satu perusahaan, termasuk dari pesaing seperti DeepSeek, pada akhirnya akan menguntungkan industri secara keseluruhan.
Baca Juga
Indonesia Bisa Ambil Cuan dari Persaingan DeepSeek dan ChatGPT
Zuckerberg menekankan bahwa meskipun pelatihan model AI bisa menjadi lebih efisien, tapi operasionalnya tetap membutuhkan daya komputasi besar untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pengguna. Meta sebelumnya melaporkan memiliki 3,35 miliar pengguna aktif harian pada kuartal keempat 2024.
“Kami melayani banyak orang, dan itu membutuhkan biaya yang besar,” ujarnya.
Zuckerberg menegaskan bahwa Meta akan terus belajar dari teknologi seperti DeepSeek dan tetap berkomitmen pada pendekatan open-source dengan model AI lama. Baginya, kemunculan DeepSeek justru semakin membuktikan pentingnya pendekatan open-source dalam pengembangan AI.
Dia juga menekankan bahwa standar AI global ke depan akan berbasis open-source dan menganggap penting bagi AS untuk memastikan standar tersebut tetap dipimpin oleh perusahaan Amerika.
Baca Juga
Kaspersky Ingatkan Serangan Siber Berkedok DeepSeek Abal-abal
Seperti diberitakan sebelumnya, DeepSeek mengklaim telah mengembangkan model bahasa besar (LLM) DeepSeek-R1 hanya dalam dua bulan dengan biaya kurang dari US$ 6 juta. Klaim ini berhasil mengejutkan pasar dan menyebabkan saham Nvidia anjlok 17%.
Di sisi lain, saham Meta justru naik hampir 2%, hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor optimistis DeepSeek bisa membantu perusahaan mengembangkan AI dengan biaya lebih rendah. Meta sendiri telah mengumumkan rencana investasi antara hingga US$ 65 miliar untuk pengembangan AI tahun ini, dengan total pengeluaran 2025 diperkirakan mencapai US$ 114 hingga US$ 119 miliar. (C-13)

