Menkomdigi Ajak Operator Seluler Perkuat Jaringan Internet di Daerah
MALANG, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengajak semua operator seluler lebih masif membantu pemerintah memperkuat jaringan internet di daerah.
"Kami mendorong operator seluler swasta masuk ke daerah yang sinyal internetnya belum baik. Kolaborasi pemerintah dan operator seluler bakal mempercepat pemerataan jaringan internet,” kata Meutya saat mengunjungi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ibnu Sina di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2025).
Baca Juga
Meutya Hafid: Spirit Kerja Sama dan Dedikasi Harmoko Jadi Inspirasi Kemenkomdigi di Era Digital
Menurut Meutya Hafid, pada era serba digital saat ini, akses internet merupakan salah satu kebutuhan utama untuk menopang aktivitas masyarakat di masing-masing daerah, terutama ekonomi dan pendidikan.
"Kami memohon dukungannya bahwa kami perlu membangun di daerah lain, khususnya di Indonesia bagian timur," ujar Meutya, seperti dikutip Antara.
Di sela kunjungannya, Menkomdigi Meutya juga meninjau bantuan infrastruktur untuk memperkuat jangkauan jaringan internet yang terpasang di MTs Ibnu Sina.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah menjamin para pelajar agar mereka bisa secara mudah mengakses sinyal internet,” tegas dia.
Menkomdigi mengungkapkan, kedatangannya juga untuk memastikan bantuan infrastruktur tersebut tidak digunakan untuk mengakses konten negatif, seperti situs judi daring dan pornografi.
Baca Juga
Menkomdigi Meutya Hafid Blokir 104.819 Situs Judi Online dalam 2 Pekan
"Ini yang tidak terbayang oleh kami. Ternyata di Pulau Jawa ada daerah yang sinyalnya belum baik, salah satunya di MTs Ibnu Sina. Kami ingin memeriksa pemanfaatannya infrastruktur ini digunakan untuk (mengakses konten) internet sehat," papar dia.
Meutya menambahkan, Kemenkomdigi/Kemenkonminfo pada 2024 sudah memberikan bantuan infrastruktur penguat sinyal internet untuk ribuan MTs dan sekolah agama di Indonesia.
"Ada 5.400 titik madrasah maupun sekolah agama lainnya yang kami pasang di seluruh Indonesia untuk 2024 saja," tutur dia.

