Taksi Terbang Bakal Komersial di IKN pada 2029, China-AS Berminat?
JAKARTA, investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan, taksi terbang bakal beroperasi secara komersial pada 2029 mendatang. Adapun saat ini tahapannya masih dalam pengembangan yang diinsiasi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
"Pada 2026-2028 ini akan establish pusat R&D (research and development)-nya. Jadi, pusat R&D akan dibangun di IKN, stage tiga pada 2029 ke atas baru kita coba komersialisasikan bersama. Jadi, riset-riset juga dikembangkan," kata Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi kepada wartawan di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (14/1/2025).
Baca Juga
Bea Cukai Beberkan Proses Impor ‘Taksi Terbang’ ke Ibu Kota Nusantara
Ia menambahkan, ada dua perusahaan yang telah melakukan proof of concept (PoC) dengan Indonesia, yakni Hyundai dari Korea Selatan dan EHang Holdings Ltd dari China. Sementara, perusahaan Indonesia yang terlibat adalah PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
"Kemarin sudah diskusi juga dengan PTDI dan harapan saya PTDI bisa mengembangkan taksi terbang karena nanti jadi salah satu moda transportasi. Jadi bukan hanya di MoU," tambah Ali.
Ali menyampaikan, ada perusahaan lain yang tengah dijajaki, tetapi baru sampai tahap diskusi. Salah satunya, produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) yaitu Boeing yang sudah memiliki taksi terbang bernama Wisk.
"Kalau dari Amerika, kemarin itu masih sebatas diskusi, tetapi belum ada komitmen untuk melakukan PoC. Itu dengan Boeing. Mereka punya sky taxi namanya Wisk," tutur dia.
Baca Juga
Transportasi Listrik di IKN Beroperasi Agustus 2024, Bagaimana dengan Taksi Terbang?
PT Dirgantara Indonesia Tbk atau PTDI tengah mengembangkan teknologi masa depan berupa taksi terbang untuk mendukung proyek Otorita IKN. Proyek mobil terbang ini diberi nama Vela Alpha. Mobil terbang Vela Alpha resmi diperkenalkan untuk pertama kalinya dalam Bali International Airshow 2024 di Bandara Internasional Ngurah Rai.
Taksi terbang ini ditenagai oleh listrik dan dilengkapi baterai. Versi listriknya dapat menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam sekali terbang. Sedangkan versi hybrid-nya dapat mencapai 500 kilometer.

