Pemerintah bakal Diskon Tarif Pesawat hingga Kapal Laut Selama Lebaran 2025
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah akan kembali menurunkan tarif tiket pesawat dan kapal laut. Penurunan dilakukan untuk menyabut libur lebaran tahun 2025.
“Kita berupaya kembali untuk menurunkan harga tiket pesawat, termasuk juga moda transportasi lainnya. Beberapa saat yang lalu, saya datang ke Pelni, karena banyak juga masyarakat Indonesia menggunakan kapal-kapal laut penumpang dengan berbagai kelas untuk menuju ke lokasi-lokasi yang tidak semua memiliki akses pesawat, dan juga lebih terjangkau harganya (kapal laut, red),” katanya saat konferensi pers di Kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2025).
Pada masa liburan high season seperti itu, lanjut AHY, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi, seperti penambahan buffer zone di Pelabuhan Merak, Banten.
Baca Juga
Penjualan Tiket Kereta Api Tembus 3,5 Juta Lebih di H+2 Tahun Baru 2025
“Pertama, kita ingin meyakinkan sekali lagi keamanan dan kenyamanan. Kemacetan itu harus diurai, tadi dipaparkan oleh Pak Menteri Perhubungan (Dudy Purwagandhi), misalnya menghadapi atau mengantisipasi kemacetan atau penumpukan (kendaraan) menuju ke wilayah Sumatera di (Pelabuhan) Merak itu sudah disiapkan buffer-buffer zone,” ungkap anak Presiden ke-6 RI itu.
Berdasarkan catatan investortrust.id, sebanyak 225,86 juta pergerakan atau 94,67 juta orang menggunakan moda transportasi selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Jumlah orang yang melakukan perjalanan atau mobilitas intra dan antar provinsi se-Indonesia adalah sebesar 94,67 juta orang
“Berdasarkan pemetaan pergerakan masyarakat yang dilakukan melalui data mobile positioning data (MPD) Operator Seluler, yakni XL, Indosat, dan Telkomsel, menunjukkan jumlah total pergerakan masyarakat yang terjadi secara nasional pada masa Nataru 2024-2025 dari tanggal 18 Desember 2024 - 5 Januari 2025,” papar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Menurut Dudy, pergerakan libur Nataru kali ini mengalami penurunan tren sebesar 24,92% secara year-on-year (yoy). “Realisasi orang yang berpergian pada masa Nataru 2024-2025 lebih kecil 14,46% dari hasil survei potensi pergerakan Natal 2024-2025 yaitu 110,67 juta orang, dan turun sebesar 24,92% dari realisasi Nataru tahun 2023-2024 yaitu sebesar 126 juta,” ucap dia.
Dudy juga menyampaikan beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya penurunan tren pergerakan di libur panjang tersebut adalah faktor cuaca, tidak diberikannya izin, tidak cukup biaya, serta (libur) idul fitri yang berdekatan jaraknya di bulan Maret (2025) menjadi alasan utama bagi sebagian masyarakat untuk membatalkan perjalanan.
Adapun pergerakan angkutan jalan sebanyak 3.736.389 penumpang atau naik 6,85% (yoy) dibandingkan periode sebelumnya sejumlah 3.496.946 penumpang.
Baca Juga
“Sedangkan, moda kereta api sebanyak 4.088.680 penumpang, naik 6,76% dari 2023 yaitu 3.829.737 penumpang. Moda (transportasi) laut sebanyak 1.673.737 penumpang, naik 7,43% dari 2023 yaitu 1.557.917 penumpang. Moda (transportasi) udara sebanyak 4.883.625 penumpang, naik 10,76% dari 2023 yaitu 4.409.234 penumpang. Moda penyeberangan (ASDP) sebanyak 2.799.867 Penumpang, turun 8,47% dari 2023 yaitu 3.059.122 penumpang,” jelas Dudy.
Sementara itu, menurut Dudy, total pergerakan kendaraan keluar - masuk Jakarta pada libur Nataru melalui tol adalah sebanyak 6.131.938 unit mobil atau turun sebesar 1,12 % (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.201.130 unit.
“Sedangkan, kendaraan keluar - masuk Jabodetabek melalui jalan arteri atau non tol sebesar 20.646.570 kendaraan untuk semua kendaraan, naik 2,63% dari 2023 sebesar 20.118.118 kendaraan, tutup dia.

