ESDM Prediksi Bauran EBT Capai 14,1% hingga Akhir Desember 2024
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi capaian bauran energi baru terbarukan (EBT) hingga akhir Desember 2024 nanti akan mencapai 14,1%.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi menyebutkan, hingga saat ini realisasi bauran EBT nasional baru mencapai 13,9%. Angka ini berada di bawah target yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN), yaitu sebesar 17-19%.
“Bauran itu prognosnya sekitar 14,1% sampai akhir tahun. Saat ini 13,9% yang dilaporkan ke saya. Mudah-mudahan tercapai 14,1%,” ujar Eniya saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Selasa (17/12/2024).
Lebih lanjut Eniya memaparkan bahwa dalam waktu dekat akan ada dua pembangkit listrik EBT, yaitu yang berbasis geotermal, yang bakal segera comissioning on date (COD). Kedua pembangkit tersebut adalah PLTP Salak Binary dan PLTP Ijen.
Baca Juga
Sumbangan Bioenergi untuk Bauran Energi Capai 60%, Andalan Menuju NZE 2060
“Semoga prognosa yang 14,1% ini bisa tercapai dengan tambahan adanya COD geotermal. Kalau yang Salak Binary itu 15 MW, yang Ijen 35 MW,” kata Eniya.
Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa belum lama ini ada juga PLTP Sorik Marapi yang terletak di Kabupaten Mandaling Natal, Sumatera Utara, baru saja mendapat surat laik operasi (SLO).
“Yang Sorik Marapi ini ada SLO yang sudah terbit kemarin, 15 Desember (2024). Yang Sorik Marapi ini 41 MW, tinggal tunggu izin amdal (analisis mengenai dampak lingkungan),” terang dia.
Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan, masih adanya gap sekitar 5% antara realisasi bauran EBT saat ini dengan target di RPP KEN dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda medio 2020-2021 lalu.
“Jadi untuk gap 5%, kan kita ada masa pandemi Covid-19, pada tahun 2020-2021. Dan baru agak pulih sekitar 2022. Jadi dengan adanya keterlambatan pada masa Covi-19, kita berusaha untuk bagaimana meningkatkan bauran energi,” tutur Yuliot.

