Wamenperin Faisol Riza: Kita Bangga pada Astra
JAKARTA, Investortrust.id – Wakil Menteri Perindustrian faisol riza menyampaikan rasa bangganya pada PT Astra International Tbk yang terus berkomitmen menggelar kerja sama link and match dengan para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang menjadi tier pendukung industri otomotif yang dijalankan perseroan.
“Saya merasa, kita bangga dengan Astra. Karena di tengah situasi yang juga berat seperti ini, komitmen untuk terus menghadirkan kerja sama antar lini bisnis (link and match) di masing-masing tingkatan terus dilakukan secara konsisten,” kata Wamen Faisol Riza dalam kata sambutannya di acara Link and Match - Temu Bisnis dan Workshop IKM Komponen Otomotif dengan Industri Besar di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Menurut Faisol, apa yang dilakukan oleh Astra Group layak mendapatkan apresiasi di tengah situasi rantai pasok yang terpengaruh oleh situasi eknomi global yang tidak menentu. Ia pun memahami jika Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mentapkan target penjualan kendaraan roda empat di tahun ini di kisaran 850 ribu unit.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie Melihat Perlunya Insentif bagi Industri Otomotif
“Namun, rencananya target ini di tahun depan akan dikembalikan menjadi 1 juta, bahkan lebih. Semoga bisa tercapai,” ujar Faisol.
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian menurut Faisol akan menjaga konsistensi penerapan link and match di industri. Bahkan ia menyampaikan harapannya agar program link-and-match tak hanya aktif dilakukan di sektor otomotif, tapi juga bisa berkembang di sektor-sektor yang lain yang lini bisnisnya lebih stabil.
Ia pun sempat menyampaikan usulan yang sempat ia bicarakan dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Reni Yanita, agar perusahaan yang konsisten menjalankan link and match agar mendapatkan bantuan pemerintah dalam bentuk tambahan insentif.
“Ini penting karena kalau hanya (insentif) TKDN (Tingkat kandungan dalam negeri), itu memang (sudah) kewajiban dari setiap perusahaan, dan kewajiban kita juga untuk menjalankan. Tetapi komitmen konsistensi dan wujud dari link and match ini harapan yang sudah lama diinginkan pemerintah. Sehingga semua aspek, semua lini bisnis bisa jadi satu di dalam rantai pasok industri,” tuturnya.
Menurutnya insentif yang ia sampaikan adalah bentuk penghargaan bagi para pelaku industri, yang akhirnya mampu meningkatkan kapabilitas indusri kecil menengah (IKM) yang selama ini menjadi tier 1 hingga tier-tier berikutnya yang ikut menopang pertumbuhan industri terkait.
Baca Juga
“Mungkin bisa diusulkan kepada kementerian keuangan, supaya insentif ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang konsisten melakukan link and match,” imbuh Wamen
Dalam kesempatan yang sama Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah menyebut bahwa sebagian besar komponen otomotif di Astra Indonesia sudah dipasok oleh Industri kecil dan menengah (IKM) lokal. Sudah lebih dari 70 IKM yang memasok komponen industri mobil di Astra.
“Rantai pasok sudah terbentuk. Bukan hanya IKM tier satu yang memasok komponen untuk Astra sebagai korporasi. IKN tier dua mendukung IKM tier satu dan IKM tier tiga mendukung IKM tier dua, ujar Riza Deliansyah kepada Investortrust.id, Selasa (10/12/2024).
Masih dalam kesempatan serupa, Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Rahmad Samulo mengatakan, saat ini 50-an IKM memasok 87 komponen untuk industri mobil Astra dan 23 IKM memasuk 27 komponen untuk industri sepeda motor Astra.
“Jadi, IKM ini memasok komponen untuk memproduksi 5 juta sepeda motor setahun dan memasuk komponen untuk sekitar 500.000 mobil setahun,” jelas Rahmad.

