Ketum Kadin Anindya Ungkap Potensi Transaksi APM Tier 1 Industri Komponen Otomotif Capai Rp 130 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan potensi transaksi dari Agen Pemegang Merek (APM) tingkat 1 atau tier 1 dari industri komponen otomotif bisa mencapai Rp 130 miliar per tahun.
Hal tersebut disampaikan Anindya dalam sambutan pada acara "Link and Match atau Temu Bisnis antara Industri Kecil Menengah (IKM) Komponen Otomotif dengan Industri Besar.
"Jumlah daripada APM tier 1 28 dan 57 IKM kalau tidak salah, sedangkan transaksinya hampir Rp 130 miliar per tahun," ucap Anindya di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2024).
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie Ajak Pelaku Industri Besar dan IKM Perkuat Sinergi, Ini Tujuannya
Sebagai wadah dunia usaha dan memiliki jaringan terhadap seluruh perusahaan termasuk koperasi di Tanah Air, Anindya mengajak untuk memanfaatkan pertemuan bisnis atau link and match untuk meningkatkan industri komponen otomotif.
"Karena memang Kadin ini, bukan saja membantu dari sisi usulan dan kebijakan, tapi mempunyai juga kaki tangan sampai kepada provinsi, ada 38 provinsi. Jadi hal-hal seperti ini sangat, kami sambut baik," ungkapnya.
Seperti diketahui, pada acara link and match ini juga menghasilkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara simbolis antara 28 APM tier 1 dengan 57 IKM.
Sebelumnya, link and match pada November 2022 juga sempat menghasilkan MoU antara 16 APM tier 1 dengan 32 IKM dengan nilai realisasi potensian omzet sebesar Rp 115 miliar.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Ungkap Sederet Manfaat Temu Bisnis IKM dan Industri Besar Otomotif
Dalam kesempatan yang sama, Anindya juga mengajak para pelaku industri besar dan industri kecil menengah (IKM) saling bersinergi untuk menghasilkan industri manufaktur nasional yang kuat, tetap relevan, dan berkelanjutan. Dengan dukungan industri yang kuat, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dalam jangka panjang.
“Satu hal yang penting adalah industri, di mana industrialisasi dibutuhkan di Indonesia lebih banyak lagi agar ekonomi kita tumbuh lebih baik,” kata Anindya Bakrie saat memberikan sambutan pada acara Link & Match: Temu Bisnis dan Workshop IKM Komponen Otomotif dengan Industri Besar di Gedung Garuda Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa, (10/12/2024).
Anindya juga mengakui, industri otomotif identik dengan industri besar. Padahal, industri besar dan IKM bisa saling menopang dan bersinergi untuk menciptakan rantai nilai (value chain) yang kuat. Pabrikan otomotif besar, misalnya, tetap memerlukan pasokan komponen dari IKM.
“Program link and match seperti ini bisa menjadikanIKM naik kelas. Maka saya mengajak teman-teman kita untuk menyukseskan program-program seperti ini,” ujar dia.
Anindya Bakrie menambahkan, industrialisasi tidak akan berjalan optimal jika tidak ditopang sektor perdagangan yang mumpuni. Itu sebabnya, Kadin mendukung berbagai upaya yang ditempuh pemerintah dan dunia usaha agar pasar otomotif domestik tetap tumbuh di tengah kondisi perekonomian global yang belum menentu.

