Ketum Kadin Anindya Bakrie Ajak Pelaku Industri Besar dan IKM Perkuat Sinergi, Ini Tujuannya
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengajak para pelaku industri besar dan industri kecil menengah (IKM) saling bersinergi untuk menghasilkan industri manufaktur nasional yang kuat, tetap relevan, dan berkelanjutan. Dengan dukungan industri yang kuat, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dalam jangka panjang.
“Satu hal yang penting adalah industri, di mana industrialisasi dibutuhkan di Indonesia lebih banyak lagi agar ekonomi kita tumbuh lebih baik,” kata Anindya Bakrie saat memberikan sambutan pada acara Link & Match: Temu Bisnis dan Workshop IKM Komponen Otomotif dengan Industri Besar di Gedung Garuda Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa, (10/12/2024).
Hadir dalam acara yang digelar atas kerja sama Kemenperin dan PT Astra International Tbk itu antara lain Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (IKMA) Reni Yanita, Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah dan sejumlah manajemen Astra Group lainnya, pimpinan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Rahmad Samulo, serta pimpinan IKM binaan Astra melalui YDBA.
Hadir pula Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Kemitraan Luar Negeri Kadin Indonesia Emmanuel Lestarto Wanandi, WKU Bidang Perindustrian Kadin Indonesia/mantan Menperin Saleh Husin, Ketua Komite Tetap (Kakomtap) IKMA Kadin Indonesia Rama Datau, Wakakomtap IKMA Kadin Indonesia Rama Datau, Wakakomtap IKM Kimia Kadin Indonesia Eric Indra Kurniawan, Wakakomtap IKM Makanan Kadin Indonesia Cucup Ruhiyat, Wakakomtap IKM Kerajinan Kadin Indonesia Rika Amelia, serta Wakakomtap Pengembangan Industri Persepatuan Kadin Indonesia David Chalik.
Anindya Bakrie menyambut baik acara Link & Match: Temu Bisnis dan Workshop IKM Komponen Otomotif dengan Industri Besar yang dihelat Kemenperin. Acara-acara seperti ini sangat dibutuhkan untuk menstimulasi industri manufaktur, khususnya sektor otomotif.
“Saya sangat bahagia melihat acara ini karena acara seperti ini sangat relevan dengan apa yang dicita-citakan Kadin. Kadin itu kan Kamar Dagang dan Industri. Jadi, industri dan perdagangan harus jalan bersama-sama untuk mendorong perekonomian nasional,” ujar dia.
Anindya mengakui, industri otomotif identik dengan industri besar. Padahal, industri besar dan IKM bisa saling menopang dan bersinergi untuk menciptakan rantai nilai (value chain) yang kuat. Pabrikan otomotif besar, misalnya, tetap memerlukan pasokan komponen dari IKM.
“Program link and match seperti ini bisa menjadikanIKM naik kelas. Maka saya mengajak teman-teman kita untuk menyukseskan program-program seperti ini,” ujar dia.
Anindya Bakrie menambahkan, industrialisasi tidak akan berjalan optimal jika tidak ditopang sektor perdagangan yang mumpuni. Itu sebabnya, Kadin mendukung berbagai upaya yang ditempuh pemerintah dan dunia usaha agar pasar otomotif domestik tetap tumbuh di tengah kondisi perekonomian global yang belum menentu.
“Tadi disampaikan oleh Pak Wamen serta bapak dan ibu Dirjen, jumlah agen pemegang merek (APM) tier 1 itu ada sekitar 57 perusahaan, dengan nilai transaksi hampir Rp 130 miliar per tahun. Hingga kuartal III saja sudah mencapai Rp 113 miliar,” tutur dia.
Sinergi industri besar dan IKM di sektor otomotif, menurut Anindya, juga akan membuat IKM naik kelas karena terjadi transfer teknologi, mengingat sektor otomotif merupakan sektor industri yang padat teknologi.
“Teknologi berjalan sangat cepat. Tidak mungkin semua orang bisa mengikuti, apalagi sekarang, sudah zamannya artificial intelligence (AI). Tapi dengan link and match seperti ini, kita tidak akan pernah ketinggalan dari sisi kemajuan teknologi,” papar Anindya Bakrie.

