Genjot Produksi Ikan Air Tawar, KKP Bakal Revitalisasi 78.600 Ha Lahan Pantura
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Direktur Ikan Air Tawar KKP Ujang Komarudin mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan menggenjot produksi ikan air tawar dalam negeri.
Ujang menyebut KKP memiliki target untuk merevitalisasi 78.600 hektare (Ha) lahan pantura. Menurut Ujang, lahan tersebut nantinya akan direvitalisasi menjadi pusat pengembangan budidaya komoditas ikan air tawar, yang salah satunya adalah ikan tilapia. Namun dia belum dapat memastikan kapan target revitalisasi tersebut akan terwujud.
"Walaupun tidak mungkin nanti ada komoditas lain yang juga dikembangkan di kawasan pantura yang sudah direvitalisasi," kata Ujang ditemui di Hotel Doubletree Kemayoran, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Dikatakan oleh Ujang, ikan tilapia yang merupakan jenis kelompok ikan nila, diusulkan oleh KKP untuk menjadi salah satu menu pendukung program makan bergizi gratis. Dia memastikan, ikan tilapia yang diproduksi di dalam negeri, telah memenuhi kebutuhan protein yang dibutuhkan pada satu porsi makan bergizi gratis inisiasi Prabowo.
Baca Juga
Dia optimistis pengusaha lokal dapat memasok kebutuhan ikan untuk mendukung program makan bergizi gratis, khususnya dari komoditas ikan air tawar. Kemudian dia mengungkap saat ini KKP mencatat terdapat sebanyak 210 kampung perikanan budidaya, yang mana lebih dari separuhnya adalah perikanan ikan air tawar.
"Peluangnya sangat besar bagaimana produksi ikan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kdalam skala mikro kecil di kampung-kampung juga ikut Memperkuat atau mendukung program makan gizi gratis untuk pemenuhan protein," sambung dia.
Sementara itu terkait dorongan KKP untuk memasukkan ikan air tawar, yang salah satunya adalah ikan tilapia, sebagai menu pendukung makan bergizi gratis telah dikoordinasikan bersama Badan Gizi Nasional. Dia mengeklaim, Badan Gizi Nasional menyambut positif usulan tersebut.
"Saat ini ada rapat koordinasi yang terus dilaksanakan secara maraton dengan Badan Gizi Nasional, salah satunya bagaimana kita bisa mendorong ikan, terutama yang diproduksi di daerah-daerah untuk bisa memenuhi kebutuhan protein dalam program makan bergizi gratis," ujar dia.

