Dirut BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Indonesia Harus Manfaatkan Bonus Demografi
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengingatkan bonus demografi Indonesia pada 2035 harus dimanfaatkan dengan baik. Sebab, jika tak dimanfaatkan, Indonesia akan menghadapi aging population.
"Setelah periode (bonus demografi) Indonesia akan memasuki era aging population di mana usia lanjut akan naik dua kali lipat pada 2020-2025," ujar Anggoro, saat Social Security Summit 2024, di Jakarta, Selasa (26/11/2024).
Pada masa bonus demografi, kata Anggoro, perlu untuk mengejar ketertinggalan agar saat aging population terjadi, Indonesia dapat keluar dari middle income trap. Dalam upaya mengejar ketertinggalan, Anggoro menyebut akan ada peningkatan dependensi rasio pekerja non produktif pada pekerja produktif, atau dikenal sebagai sandwich generation.
"Jadi pekerja produktif akan lebih berat lagi tahun berikutnya," kata dia
Dengan kondisi ini, Anggoro memprediksi akan terjadi upaya menahan laju perekonomian dan peningkatan kemiskinan baru bagi masyarakat yang tidak memiliki jaring pengaman.
"Dapat terlihat dari berpindahnya kelas menengah ke kelas di bawahnya," ujar dia.
Jika kondisi ini tak diatasi, Anggoro menyebut bakal ada gangguan terhadap perekonomiam nasional. Selain itu, ancaman terparahnya Indonesia bisa terjebak pada middle income trap.
Untuk itu, Anggoro menyarankan agar pemanfaatan peran jaminan sosial pekerja diperkuat. Peran jaminan sosial ketenagakerjaan, kata Anggoro, bisa dimanfaatkan mulai usia anak pekerja hingga pekerja pensiun.
Anggoro mengatakan sebanyak 40,83 juta pekerja telah mengikuti jaminan sosial ketenagakerjaan. Dari total angka tersebut, sebanyak 31,4 juta pekerja formal dan jasa konstruksi bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan.
"Yang terdiri dari 25,8 juta pekerja formal dan 5,6 juta pekerja jasa konstruksi. Dan 9,4 juta pekerja informal," ucap dia.
Anggoro mengatakan BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan Rp 40,83 triliun untuk 3,52 juta orang pekerja dan ahli waris pada 2024. "Sementara untuk beasiswa telah disalurkan Rp 371 miliar untuk 89 ribu pekerja," ujar dia.

