Pemerintah Bakal Godok Pembangunan Jargas Topang Program 3 Juta Rumah
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyampaikan, pemerintah bakal menggodok pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) agar selaras dengan program tiga juta rumah setahun seperti dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
''Nanti kita koordinasikan dengan Kementerian Perumahan (PKP) dan juga ESDM. Karena menyangkut masalah infrastruktur juga,'' ucap Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Ervan Maksum di Auditorium PU, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2024).
Sebelumnya, Real Estate Indonesia (REI) meyakini, skema Kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dapat menjadi stimulan atau pendorong pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) sekaligus program tiga juta rumah setahun yang diunggulkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum REI, Adrian Priohutomo dalam acara Investortrust Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Gotong Royong Membangun Jargas: Menguji Efektivitas Skema KPBU” di Artotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024) menyampaikan, adanya skema VGF (viability gap fund) membuat para pengembang menganggap proyek perumahan menjadi feasible dan bisa sangat mendukung untuk pengembangan jargas di dalam pembangunan 3 juta rumah yang ditargetkan oleh pemerintah.
Adapun tantangan dalam pembangunan jargas yakni biaya tambahan infrastruktur prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) dalam jaringan transmisi gas yang akan disalurkan ke permukiman, baik rumah tapak maupun apartemen. “Kalau lokasi-lokasi yang jauh dari jalur transmisi membuat cost-nya menjadi tinggi,” kata Adrian.
Baca Juga
Bahlil Sebut 6 Provinsi Ini Bakal Jadi Prioritas Pembangunan Jargas
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, realisasi pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) baru mencapai 993.120 sambungan rumah (SR) hingga Juli 2024. Jumlah itu masih cukup jauh dari target pembangunan 2,5 juta SR di tahun 2024.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, pemerintah sebetulnya menargetkan pembangunan jargas mencapai 4 juta SR. Namun, target tersebut diturunkan menjadi 2,5 juta SR hingga akhir 2024.
“Jargas saat ini mencapai 993.120 SR yang berasal dari jargas APBN sebanyak 703.308 SR dan jargas Mandiri (APGN) sebanyak 289.812 SR,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi beberapa waktu lalu.
Agus menyebutkan, target tahun 2024 yang sebanyak 2,5 juta SR sejatinya sedang dalam proses percepatan pembangunan. Adapun upaya yang dilakukan adalah dengan menuntaskan beberapa regulasi hulu-hilir.
Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan sejumlah program. Di antaranya adalah Jargas APBN dimasifkan kembali. Kemudian Jargas Mandiri didorong untuk konsumen menengah ke atas.
“Lalu yang ketiga adalah Jargas KPBU untuk bisa dalam jumlah SR yang lebih banyak untuk memberikan kelayakan ekonomi dan finansial yang memadai,” papar Agus Cahyono Adi.
Selain untuk mengurangi impor LPG yang dilakukan negara, Kementerian ESDM meyakini program pembangunan jargas ini juga bisa menjadi pendorong awal ekonomi masyarakat.
“Kita melihat bahwa ternyata infrastruktur energi ini bisa menjadi pendorong awal ekonomi. Jargas juga lebih aman karena tekanan gas alam ini jauh lebih rendah dibanding tabung gas dan juga membantu keuangan (negara) mengurangi impor LPG,” ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad.

