Tekan Biaya Logistik, Kemenhub Pertimbangkan Tol Udara di Indonesia Timur
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mempertimbangkan kemungkinan membangun jalur atau tol udara di Indonesia bagian timur, khususnya daerah Papua Pegunungan, guna menekan biaya logistik yang mahal.
''Kalau nanti pengembangannya memang harus (jalur) udara, nanti akan diprioritaskan dalam rapat kebijakan pemerintah,” kata Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Komjen Pol (Purn) Suntana saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).
Baca Juga
Kemenhub dan Kementerian BUMN Koordinasi untuk Tekan Biaya Logistik di Sektor Transportasi
Menurut Suntana, pada prinsipnya apa pun yang menjadi kebutuhan masyarakat, pemerintah pasti akan mengakomodasi. “Ada juga tol laut dan kapal perintis yang sudah kita laksanakan dengan menyubsidi penumpang dan barang, baik dari barat ke timur maupun sebaliknya,'' ujar dia.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya mendorong pengadaan fasilitas tol udara di wilayah Papua, khususnya daerah Papua Pegunungan, untuk menekan biaya distribusi logistik pangan. Langkah itu penting demi meningkatkan akses dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Dinas setempat bahwa harga beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) melebihi harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.
"Jadi, kami akan coba komunikasi dengan teman-teman Kemenhub. Mereka kan punya tol laut, tol udara, tol darat, jembatan udara istilahnya," tutur Astawa dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP Beras) bersama seluruh Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota, dan Perum Bulog secara daring di Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Baca Juga
Lewati Tahun Ketiga Merger, Begini Kinerja Pelindo Solusi Logistik di Kuartal III 2024
Astawa menyebutkan, tingginya biaya distribusi logistik di daerah tersebut, terutama di wilayah seperti Kabupaten Sarmi, menjadi penyebab utama terjadinya lonjakan harga beras dan bahan pangan lainnya.
Kondisi ini, menurut dia, semakin sulit diatasi karena tantangan distribusi di wilayah pegunungan yang tidak hanya berat, tetapi juga dipengaruhi oleh situasi keamanan yang tidak stabil.

