Kemenhub Dukung Rencana Danantara Bentuk Holding BUMN Logistik, Bisa Tekan Biaya Distribusi
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung rencana pembentukan holding BUMN logistik oleh Danantara yang akan mengonsolidasikan perusahaan logistik pelat merah di bawah naungan PT Pos Indonesia. Langkah tersebut dinilai berpotensi menekan biaya logistik nasional.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kemenhub, M Masyhud menyatakan, Kemenhub belum membahas secara detail rencana tersebut dengan Danantara. Namun, secara prinsip integrasi dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi.
“Belum sampai dibicarakan ke kita. Tapi prinsipnya kita semua bekerja sama supaya bisa lebih efisien dan efektif bekerjanya,” kata Masyhud saat ditemui di sela-sela Seminar Nasional Abupi: Memperkuat Sinergi, Mendorong Transformasi Pelabuhan Nasional di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga
Jadi Induk Logistik Nasional, PT Pos Indonesia Siap Pangkas Biaya Distribusi
Ia menilai konsolidasi dalam satu naungan dapat memperkuat koordinasi simpul dan jaringan transportasi laut.
“Kalau bayangan saya sih itu bisa, karena kan transportasi laut itu ada simpul dan jaringan. Simpulnya itu pelabuhan, sudah ada yang mengawal itu. Terus di jaringannya juga sudah dikawal pengangkutan. Kalau itu bisa di satu tempat bagus juga, tetapi itu semua kan tergantung dari Danantara,” jelas Masyhud.
Masyhud menambahkan, komunikasi antara Kemenhub dan Danantara terkait rencana tersebut masih pada tahap awal.
“Belum secara detail ya, baru awalan saja,” ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menegaskan posisi strategis PT Pos Indonesia sebagai induk (holding) konsolidasi BUMN logistik nasional.
Ia menekankan transformasi digital dan kesamaan visi menjadi kunci utama agar perusahaan mampu bertahan dan berkembang di masa depan.
Melalui agenda leadership forum, jajaran pimpinan BP BUMN dan PT Danantara Asset Management (DAM) memberikan pembekalan intensif guna mempercepat peran PT Pos Indonesia dalam menciptakan layanan logistik yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dony Oskaria menjelaskan langkah transformasi yang tengah digalakkan merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta seluruh jajaran PT Pos Indonesia untuk memiliki keyakinan kuat bahwa perubahan ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan kebutuhan mendesak untuk keberlangsungan perusahaan.
"Saya ingin kita memiliki pemahaman yang sama mengenai transformasi. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden. Kita semua harus yakin dan believe jika ingin memiliki satu perusahaan yang sustain, berkembang, dan bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya," tegas Dony pada agenda leaders forum bersama manajemen PT Pos Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026).
Sebagai pusat logistik nasional, PT Pos Indonesia diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan di Indonesia.
Fokus utama transformasi ini mencakup integrasi ekosistem, guna membangun konektivitas antarwilayah yang lebih kuat melalui satu pintu logistik BUMN. Kemudian dilakukan efisiensi operasional yang akan memangkas birokrasi dan prosedur distribusi barang agar lebih cepat dan murah.
Tak hanya itu, Dony juga menginstruksikan agar PT Pos Indonesia melakukan adaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital untuk sistem pelacakan dan manajemen distribusi yang akurat.
Baca Juga
Abupi Minta Perpres Logistik Nasional Akomodasi Kepentingan Pelaku Usaha
BP BUMN mendorong PT Pos Indonesia untuk tidak lagi bekerja dengan cara-cara konvensional. Peningkatan kualitas layanan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi harga mati untuk meningkatkan daya saing di tengah kompetisi industri jasa pengiriman yang kian ketat.
"Transformasi ini bertujuan agar PT Pos berperan lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui konektivitas logistik yang andal," tutur Dony.

