Menteri Perumahan Bersama ATR/BPN Temukan Potensi Permukiman di Tanah Terlantar Seluas 157 Ha
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menemukan tanah terlantar atau idle di Tangerang, Banten dan Mojokerto, Jawa Timur seluas 157 hektare (ha) yang berpotensi untuk dibangun hunian bagi masyarakat Indonesia.
“Kita (Kementerian PKP) belum datang saja, langsung Pak Nusron siapkan tanah yang idle, cukup banyak di Mojokerto ada 151 hektare, statusnya adalah HGB. Dan itu bukan bagian dari Barang Milik Negara. Jadi itu bisa langsung digunakan, tinggal nanti kita survei. Kedua, di Banten ya, di Tangerang ada seluas 6 hektare,” ungkap Ara, sapaan akrab Maruarar, saat ditemui di Kantor ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2024).
Sementara itu, menurut Nusron, lahan idle sejumlah 157 ha itu dapat dieksekusi dalam program quick wins alias 100 hari pertama di sektor perumahan dan kawasan permukiman. “Kalau (eksekusi) itu cepat, dalam 100 hari ini insya Allah bisa,” tambah dia.
Ara melanjutkan, pemerintah sedang menggodok berbagai macam skema pembangunan hunian, baik rumah tapak maupun rumah susun (rusun), yakni melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta, dan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Jadi yang membangun (huniannya) siapa? Tentu kombinasi, nggak mungkin APBN semua. Bisa juga dari program FLPP begitu, bisa juga nanti ada CSR swasta. Mungkin juga dari APBN, tapi payung hukumnya, tata kelolanya harus benar. Supaya kita bisa masif menjalankannya,” terang dia.
Ara menekankan, 157 ha lahan tersebut akan diprioritaskan kepada rakyat kecil alias masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna mendukung program tiga juta rumah setahun Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi sudah jelas, nanti tim kita akan survei, kemudian tentu kita akan utamakan buat rakyat kecil,” tutup dia.

