Menhub Dudy Targetkan Harga Tiket Pesawat Turun Sebelum Nataru 2024
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan harga tiket pesawat bakal resmi turun sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2024 ini.
Demikian disampaikannya usai konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2024).
''Saya harapannya sebelum Nataru sudah bisa dapat hasil (turun harga tiket) dari satgas,'' ucap Dudy.
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap harga tiket pesawat domestik bisa turun 10% pada Oktober 2024.
Baca Juga
Jelang Lengsernya Jokowi, Pelaku Industri Pasrah soal Rencana Penurunan Harga Tiket Pesawat
Di sisi lain, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra mengatakan, dirinya sepakat apabila ada kejelasan mengenai keputusan pemerintah terhadap pajak yang dikenakan pada tiket pesawat tersebut.
“Sepakat saja (turun 10%). Hanya saja penurunan (harga tiket) yang diinginkan 10% itu penurunan atau penghilangan pajak (tarif pajak pertambahan nilai/PPN)? Ini kan area (pembahasan) di Kementerian Keuangan. Buat airlines (maskapai) pajak itu kan hanya lewat dari penumpang, lalu kita setor ke Dirjen Pajak (Kemenkeu),” ungkapnya saat dihubungi investortrust.id, Senin (23/9/2024) malam.
Perlu diketahui, pemerintah memastikan tarif PPN akan naik menjadi 12% pada awal tahun 2025. Pertimbangan kenaikan PPN tersebut sebagai upaya meningkatkan penerimaan negara usai menggelontorkan belanja cukup besar pada saat pandemi. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD pada Selasa (11/6/2024).
Irfan pun membeberkan, sejak dibentuknya satuan tugas (satgas) penurunan harga tiket pesawat per Juli 2024, pihaknya hanya dilibatkan dalam satu kali diskusi bersama dengan regulator, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kemenparekraf.
Baca Juga
“Satu ekosistem sebaiknya duduk bersama dan memikirkan bagaimana biaya-biaya bisa diturunkan. (Maskapai pernah dilibatkan dalam kajian ini?) Dilibatkan tapi baru sekali,” bebernya.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) periode Kepresidenan Jokowi, Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, harga tiket pesawat domestik akan mengalami penurunan mulai Oktober 2024.
Penurunan tersebut terjadi seiring dengan pengurangan pajak yang berkontribusi pada harga tiket pesawat. Dia menargetkan harga tiket pesawat domestik bakal turun 10% pada Oktober mendatang.
Hal tersebut terjadi seiring dengan pengurangan biaya komponen pajak pada harga tiket yang seharusnya tidak dibebankan kepada penumpang.
Komponen pajak yang dimaksud oleh Sandiaga adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan ke penumpang, bea masuk suku cadang impor, serta PPN avtur yang menjadi komponen penyusun harga tiket pesawat.
“Tiga aspek utama itu yang sedang disimulasikan supaya nanti akhir bulan Oktober diambil keputusan sehingga harga tiket bisa turun, targetnya 10%,” katanya dalam acara Wonderful Indonesia Outlook 2024/2025: Sustainable Thriving, Impactful Striving yang digelar di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2024).
Menurut mantan Wakil Gubernur Jakarta itu, harga tiket transportasi, khususnya tiket pesawat domestik yang melambung tinggi menjadi tantangan tersendiri untuk mencapai target 1 miliar kunjungan wisatawan pada tahun 2024.
Terkait dengan kemungkinan pemangkasan PPN tiket pesawat di bawah 11%, Sandiaga menyebut hal itu masih dibahas oleh pemerintah karena berkaitan dengan penerimaan negara. Dia mengungkapkan, penerimaan negara akan digenjot untuk membiayai program-program andalan Presiden terpilih Prabowo Subianto, termasuk program MBG.
“Jadi semua harus dilihat dari segi holistik sehingga tiket pesawat bisa turun tapi penerimaan negara (terjaga). Karena kalau tiket pesawat turun penerimaan negara bisa lebih tinggi karena pariwisata menyumbang kepada pergerakan ekonomi terutama daerah. Jadi harus dilihat nanti bauran kebijakan seperti apa yang kita hadirkan,” tuturnya.

