Jelang Lengsernya Jokowi, Pelaku Industri Pasrah soal Rencana Penurunan Harga Tiket Pesawat
JAKARTA, investortrust.id - Pelaku industri mengaku pasrah terhadap rencana penurunan harga tiket pesawat domestik oleh pemerintah, yang ditargetkan rampung pada bulan ini. Terlebih masa pemerintahan kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berakhir pada 19 Oktober 2024 mendatang.
Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani mengungkap, terdapat sejumlah persoalan yang harus ditangani serius oleh pemerintah sebelum dapat menurunkan harga tiket pesawat domestik. Di tengah keterbatasan waktu yang ada, dia pun mengaku pesimis kebijakan ini dapat rampung sebelum lengsernya pemerintahan Jokowi.
"Tinggal hitungan hari, pemerintahan yang sekarang ini sampai tanggal 19, kalau tidak terjadi kan ya sudah ya, ngomong saja,," kata dia ditemui di Swissotel PIK2 Avenue, Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga
Tiket Pesawat Domestik Diharapkan Turun 10%, Dirut Garuda: Perlu Ada Kejelasan Keputusan Pemerintah
Adapun sejumlah persoalan yang harus ditangani oleh pemerintah antara lain adalah mengenai bahan bakar avtur. Dia menyebut, biaya terbesar yang dikeluarkan oleh sebuah pesawat dalam setiap penerbangannya adalah kebutuhan bahan bakar avtur. Belum lagi ditambah dalam pembelian avtur, pihak maskapai penerbangan dibebani dengan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) yang terbilang tinggi.
"Pertanyaannya apakah dalam waktu dekat ini (harga avtur) akan bisa turun? saya kurang tahu ya," lanjut dia.
Wakil ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu turut menyoroti persoalan kompetisi di antara maskapai penerbangan. Menurut dia apabila kompetisinya lebih longgar, praktis akan menimbulkan persaingan harga yang lebih menguntungkan konsumen. Sementara saat ini ia menyebutkan penerbangan domestik dengan porsi hampir menyentuh 70% justru didominasi oleh satu maskapai.
"Tentu juga harus ada regulasi yang mengarah ke pesawat domestik," sambung dia.
Baca Juga
KPPU Sebut 3 Faktor Utama yang Dapat Menurunkan Harga Tiket Pesawat, Apa Saja?
Diketahui sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno blak-blakan menargetkan harga tiket pesawat domestik bakal turun 10% pada Oktober ini. Menurut dia penurunan harga tiket pesawat akan terjadi dengan pengurangan pajak yang berkontribusi pada harga tiket pesawat. Pajak tersebut di antaranya PPN yang dikenakan ke penumpang, bea masuk suku cadang impor, serta PPN avtur.
"Tiga aspek utama itu yang sedang disimulasikan supaya nanti akhir bulan Oktober diambil keputusan sehingga harga tiket bisa turun," kata dia beberapa waktu lalu, dilansir dari berbagai sumber.

