Dukung Asta Cita Prabowo, Kementerian PU Percepat Konstruksi Dua Bendungan di Aceh
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal mempercepat konstruksi dua bendungan di Aceh, yakni Bendungan Rukoh dan Keureuto untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan, kedua bendungan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas irigasi pertanian, mendukung pengendalian banjir, serta menyediakan air baku dan energi listrik bagi masyarakat Aceh.
“Pembangunan bendungan ini merupakan langkah konkret Kementerian PU dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo-Wapres Gibran yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan. Kehadiran bendungan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan yang menjadi prioritas nasional,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (29/10/2024).
Baca Juga
Ia menjelaskan, Bendungan Rukoh terletak di Kabupaten Pidie memiliki kapasitas tampungan sebesar 128 juta m3 dan luas genangan 716,7 hektare (ha).
Bendungan ini, menurut Dody, direncanakan dapat melayani area irigasi seluas 11.950 ha dengan pola tanam padi-padi-palawija serta intensitas tanam yang mencapai 300%, sedangkan intensitas tanam eksisting sekitar 140%.
“Di samping itu, Bendungan Rukoh juga berfungsi untuk pengendalian banjir di wilayah Krueng Rukoh dengan potensi pengurangan banjir hingga 89,62%, serta menyuplai air baku sebesar 0,90 m3/detik,” papar dia.
Sebagai informasi, pelaksanaan pembangunan Bendungan Rukoh dilakukan secara bertahap melalui dua paket dengan masing-masing kontraktor. Paket 1 dengan progres fisik 96,16% dikerjakan PT Nindya Karya (Persero) senilai Rp 377 miliar sedangkan Paket 2 progres fisik 92,42% dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk KSO PT Adhi Karya (Persero) dan PT Andesmont Sakti senilai Rp 1,7 triliun.
Baca Juga
Menteri Dody Dukung Asta Cita Prabowo soal Swasembada Pangan
Kemudian, lanjut Dody, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara memiliki kapasitas tampungan 215,94 juta m3 dan luas genangan 896,6 ha.
“Diharapkan bendungan ini dapat melayani kebutuhan irigasi pada lahan seluas 9.455 ha, menyediakan air baku sebesar 0,5 m3/detik serta menghasilkan energi listrik 6,34 MW, yang diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Selain itu, Bendungan Keureuto dapat mereduksi potensi banjir di wilayah Lhoksukon hingga 30%,” terang Dody.
Bendungan Keureuto dibangun sejak 2015 dengan biaya APBN sebesar Rp 2,7 triliun. Pekerjaan ini terbagi menjadi empat paket pekerjaan dengan masing-masing kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero)–PT Pelita Nusa Perkasa (KSO) untuk paket 1, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk paket 2, PT Hutama Karya–Perapen.
“Paket 3 dan paket penyelesaian pembangunan bendungan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) - PT Indrapurindo Marga Bakti Utama - PT Pelita Nusa Perkasa (KSO). Progres fisik pembangunan bendungan ini 96,69%,” tutup Dody.
Kementerian PU juga telah merampungkan pembangunan Bendungan Rajui di Kabupaten Pidie pada tahun 2016 dengan kucuran biaya sebesar Rp 110,65 miliar. Bendungan ini berkapasitas 2,67 juta m3 yang berfungsi mengairi lahan persawahan seluas 1.000 ha.

