REI Sebut Pembangunan Jargas dapat Dongkrak Penjualan Hunian
JAKARTA, investortrust.id – Asosiasi Pengembang, Real Estate Indonesia (REI) menyebutkan, pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) dapat mendongkrak penjualan hunian, baik rumah tapak atau apartemen.
“Kami pasti mendukung, karena itu (pembangunan jargas) bisa menjadi selling point kami untuk menjual (produk). Kita berharap justru dengan jaringan gas ini, nilai tambahnya muncul, harga jualnya bisa lebih naik,” kata Wakil Ketua Umum REI, Adrian Priohutomo dalam acara Investortrust Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Gotong Royong Membangun Jargas: Menguji Efektivitas Skema KPBU” di Artotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024).
Dia pun mencontohkan, salah satu hunian rumah tapak yang sukses memiliki jargas adalah “berandaMAS” yang dibangun oleh PT Permata Graha Nusantara (PGNMAS), anak usaha dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat.
Baca Juga
Pertamina Harap Pemerintah Beri Insentif untuk Akselerasi Jargas
“Di situ (perumahan berandaMAS) terasa banget manfaatnya, karena (jargas) itu digunakan tidak hanya untuk kompor tapi juga untuk water heater dan segala macamnya. Dan tadi saya cek, pemakaian tarifnya murah sekali, Rp 40.000 – Rp 50.000 per bulan,” ungkap Adrian.
Sebagai informasi, berandaMAS dibangun di atas lahan seluas 5,2 hektare (ha) yang memiliki lebih dari 300 unit rumah dengan empat tipe yang berbeda, yakni Tanagi (64/60), Banu (80/72), Anila (95/84), dan Adanu (116/105).
Baca Juga
Tak sampai di situ, lanjut Adrian, pengembang menjual satu unit rumah di berandaMAS cukup terjangkau di kisaran minimal Rp 600 – Rp 800 juta.
“Ini cukup menarik untuk bisa jadi selling point, bahwa ini adalah perumahan yang mengusung konsep jargas. Dan kalau orang sudah terbiasa dengan jargas, saya kira nggak akan kembali ke LPG,” ujar dia.

