Hilirisasi Komoditas Tambang Diperluas, MIND ID Ungkap Nilai Tambah Bisa Naik 60 Kali Lipat
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah tengah menggenjot proyek hilirisasi untuk memberikan nilai tambah komoditas pertambangan. Selain nikel, komoditas lainnya yang memiliki kenaikan nilai tambah signifikan dan menjadi andalan Indonesia adalah bauksit.
Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo menyebutkan, bauksit saat ini dihargai sekitar US$ 40 per ton. Namun, apabila diolah menjadi alumina, nilai tambahnya naik 15 kali lipat menjadi US$ 575.
“Bauksit itu kalau jualan bijih bauksitnya hanya US$ 40. Kalau jadi alumina harganya US$ 575, hampir 15 kalinya,” kata Dilo saat ditemui di Sarinah, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Baca Juga
Lewat Hilirisasi Realisasi Investasi Capai Rp 272,91 Triliun
Lebih lanjut, Dilo memaparkan, peningkatan nilai tambah komoditas bauksit bisa lebih tinggi lagi, jika dalam negeri bisa mengolah alumina menjadi alumunium. Sebagaimana diketahui, harganya bisa menjadi US$ 2.700 per ton.
“Nanti jadi alumunium harganya US$ 2.600-US$ 2.700 hari ini. Ada peningkatan lagi dari alumina itu lima kali lipat, jadi kira-kira hampir 60 kali lipat dari ore-nya saja. Setiap komoditas kita sudah punya perencanaan terkait sama program hilirisasinya,” terang Dilo.
Selain peningkatan nilai tambah komoditas, Dilo menyampaikan bahwa program hilirisasi ini juga akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, industri pengolahan menempati urutan ketiga sebagai sektor dengan serapan tenaga kerja tertinggi di Indonesia.
“Di industri pengolahan ini kalau dilihat dari serapan tenaga kerja juga luar biasa. Jadi yang paling besar mungkin pertanian di Indonesia. Nomor dua mungkin dari sisi sektor perdagangan, jasa. Tapi nomor tiga ini pengolahan,” sebut dia.
Baca Juga
Sebelum ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Investasi, dia telah membuat peta jalan hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Dia memperkirakan hilirisasi dapat mendorong investasi hingga US$ 618 miliar dan penyerapan tenaga kerja hingga 3.016.179 orang di 2040.
“Ini bukan omon-omon. Jadi 28 komoditas kita buat hilirisasi. Nah itu total investasi sekitar US$ 618 miliar. Inilah yang menjadi pikiran Bapak Prabowo. Inilah yang menjadi perintah Bapak Prabowo kepada kami agar ini bisa dieksekusi sebagai mesin pertumbuhan,” ujar Bahlil.

