Impor Minyak RI Tembus 297 Juta Barel, Bahlil Dorong Masyarakat Konversi ke Motor Listrik
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan berdasarkan data tahun 2023, impor minyak Indonesia menembus 297 juta barel. Rinciannya adalah 129 juta barel dalam bentuk minyak mentah dan 168 juta barel dalam bentuk BBM.
Impor minyak yang besar ini disebabkan oleh konsumsi BBM nasional yang mencapai 505 juta barel. Sementara itu, produksi minyak nasional hanya 221 juta barel. Adapun sektor transportasi memiliki porsi kebutuhan minyak paling besar, yakni 49% alias 248 juta barel.
“Dari total kebutuhan minyak kita, 49% itu adalah transportasi. 30% lebih itu adalah industri. Dan sektor ketenagalistrikan itu kecil 8% saja dari total kebutuhan,” kata Bahlil dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Baca Juga
Konversi Motor Listrik Gratis untuk Semua? ESDM: Uangnya Gak Ada
Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah pun mencoba mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik (electric vehicle). Bahlil menyebutkan Kementerian ESDM memiliki program konversi motor konvensional ke motor listrik.
Dia menyampaikan bahwa saat ini jumlah kendaraan roda dua alias motor mencapai sekitar 120 juta unit. Menurutnya, ini menjadi salah satu faktor yang membuat subsidi BBM tetap tinggi.
“Motor itu ada 120 juta. Bayangkan kalau satu hari dia minum minyak 2 liter sampai 3 liter, berapa itu? Makanya kemudian kita melakukan program konversi, untuk dari motor fosil kepada motor listrik,” jelas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Baca Juga
Impor Minyak dari UEA, Jokowi Harap Bisa Peroleh Harga Kompetitif
Bahlil berharap jika masyarakat banyak yang beralih ke motor listrik, maka subsidi BBM akan bisa ditekan. Dia memandang, lebih baik pemerintah mengeluarkan uang subsidi untuk membiayai konversi ke motor listrik, ketimbang membiayai subsidi BBM.
“Kita pemerintah menalangi konversinya. Tapi, setiap kali kita keluarkan duit (untuk konversi), itu gak ada lagi subsidi minyaknya. Kalau minyak yang disubsidi, setiap hari kita subsidi minyak terus. Ini yang kita lakukan,” ujar dia.

