Kementerian ESDM Gratiskan Konversi 1.000 Motor Listrik untuk Masyarakat Jabodetabek
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong elektrifikasi kendaraan dengan meluncurkan program konversi sepeda motor bahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik (molis) sebanyak 1.000 unit secara gratis.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi menyebutkan, dengan mengonversi kendaraan listrik ini bisa menurunkan emisi 132,25 juta ton CO2. Walaupun itu bukan hanya dari konversi kendaraan listrik, tetapi juga dari berbagai efisiensi energi lainnya yang merupakan 32% dari target nasional yang harus menurunkan emisi 358 juta ton CO2 sampai 2030.
“Pemerintah berinisiatif ini sudah dari beberapa tahun lalu. Dan ini menjadi konsep bagaimana kegiatan konversi ini menjadi satu implementasi dari Permen ESDM No. 3 Tahun 2023 yang diubah menjadi No. 13 dan pemerintah memulai bantuan untuk program konversi kendaraan listrik, kendaraan motor BBM jadi kendaraan listrk,” kata Eniya dalam acara EV Conversion Forum 2024, Kamis (22/8/2024).
Pada awalnya, pemerintah memberikan bantuan (subsidi) sebesar Rp 7 juta per unit kepada masyarakat untuk biaya konversi ke motor listrik. Namun, hal itu masih belum menarik minat masyarakat. Maka dari itu, nominal subsidi pun ditambah menjadi Rp 10 juta per unit.
Baca Juga
Konversi Motor Listrik Gratis untuk Semua? ESDM: Uangnya Gak Ada
Sebagai informasi, untuk melakukan konversi dari motor BBM ke motor listrik membutuhkan biaya sekitar Rp 17 juta per unit. Dengan demikian, jika pemerintah memberikan subsidi Rp 10 juta per unit, maka masyarakat masih harus merogoh kocek Rp 7 juta untuk konversi tersebut.
Kendati demikian, hal itu ternyata juga masih belum terlalu menarik minat masyarakat. Maka dari itu, Kementerian ESDM menggandeng badan usaha (BU) untuk mengupayakan agar konversi motor listrik ini bisa dilakukan secara gratis.
“Dulu di awal kan saya bilang mau gratis, nah sekarang sudah bisa terealisasi gratisnya 1.000 unit di Jabodetabek. Ini dibantu memang dari Rp 10 juta (subsidi pemerintah) ditambah CSR. Jadi memang masih ada additional fee yang Rp 10 juta plus Rp 7 juta atau Rp 6 juta kan bervariasi tergantung jenis motornya,” jelas dia.
Lebih lanjut Eniya mengungkapkan alokasi anggaran pemerintah untuk mensubsidi program konversi motor listrik ini adalah Rp 14,8 miliar yang sudah dicanangkan dalam APBN 2024.
Baca Juga
Semester I, Motor Listrik Volta Bukukan Penjualan 40% dari Target 2024
“Jadi realokasi anggaran ini sedikit demi sedikit. Nah sekarang sudah ada Rp 14,8 miliar. Terus semua CSR juga mulai berkerubutan gitu. Sekarang sudah dibantu CSR-CSR itu yang mengeluarkan dana untuk support ini. Sehingga satu konversi bisa didanai penuh sekarang, jadi gratis,” sebut Eniya.
Bagi masyarakat yang berminat dapat melakukan pendaftaran melalui platform digital Program Konversi Sepeda Motor Listrik pada tautan ebtke.esdm.go.id/konversi atau daftar langsung melalui Bengkel Konversi Mitra Kementerian ESDM.
Adapun persyaratan umum keikutsertaan konversi gratis sebagai berikut:
1. Masyarakat umum yang memiliki sepeda motor dan berdomisili sesuai KTP di wilayah Jabodetabek (diutamakan bagi pemilik kendaraan yang aktif berkendara keluar masuk provinsi DKI Jakarta);
2. Nama yang tertera pada KTP harus sama dengan nama yang tertera pada surat registrasi kendaraan (STNK dan BPKB);
3. Surat kepemilikan lengkap dan telah melunasi pajak kendaraan; dan
4. Melampirkan dokumen/formulir hasil cek fisik awal dari Samsat Kepolisian terdekat.
Masyarakat dapat mendaftarkan dan melakukan konversi sepeda motor di Bengkel Konversi Mitra ESDM berikut:
1. PT Tri Mentari Niaga (BRT Elektirc)
2. PT Mitrametal Perkasa (MMP)
3. PT Saikono Otoparts Indonesia (Bengkel SOI)
4. PT Roda Elektrik Asia (Elders)
5. PT Nagara Sains Konversi (Nagara)
6. PT Bintang Mas Lestari (ATR)
7. PT Cogindo Dayabersama (Cogindo)
8. PT Electric Vehicle Trimotorindo (Trimotorindo)
9. PT Teco Multiguna Elektro (Teco)
10. PT Gotric Asia Sentosa (Gotric)
11. PT Semesta Motor Indonesia (Motoriz)
12. PT Tomara Jaya Perkasa (Tomora)

