Konversi Motor Listrik Gratis untuk Semua? ESDM: Uangnya Gak Ada
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan klarifikasi soal kabar program konversi motor listrik yang digratiskan untuk masyarakat. Staf Khusus Menteri ESDM, Agus Cahyana, mengatakan bahwa kabar itu tidak benar.
Agus menerangkan, saat ini pemerintah hanya memberikan subsidi senilai Rp 10 juta bagi masyarakat yang akan melakukan konversi ke motor listrik. Namun, ia tidak memungkiri konversi motor listrik juga bisa dilakukan gratis karena sebagian biaya ditutup oleh corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Baca Juga
Kendati demikian, Agus menekankan bahwa bantuan dana CSR tersebut tidak diberikan untuk semua orang. Ia menyebut CSR hanya diberikan untuk guru dan siswa/orang tua siswa SMK.
“Grartis itu enggak lah. Gratis itu hanya kita mencoba untuk mengajak para SMK untuk bisa menjadi tangan-tangan terdepan melakukan konversi. Nah SMK itu kan gak punya uang, tapi mereka punya motor,” jelas Agus saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (5/7/2024).
Agus menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan sanggup jika program konversi motor listrik ini digratiskan untuk semua orang. Maka dari itu, ia mencoba meluruskan agar tidak terjadi salah kaprah.
“Bukan untuk semua (masyarakat) umum. Gak mungkin. Uangnya gak ada. Sudah dikasih (subsidi) Rp 10 juta sudah bagus. Belum punya lagi untuk itu (bantuan lainnya). Kecuali kita berpikir lain lah ya, Kementerian Keuangan dan sebagainya,” ujar dia.
Baca Juga
Pemerintah Indonesia sejatinya memiliki target agar pada tahun 2030 terdapat sebanyak 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik beroperasi di jalanan dalam upaya mengurangi emisi karbon. Untuk itu, pemerintah menyiapkan subsidi yang besar agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
“Indonesia menyiapkan dana US$ 455 juta untuk mensubsidi penjualan sepeda motor listrik. Subsidi tersebut mencakup penjualan 800 ribu sepeda motor listrik baru dan konversi 200 ribu sepeda motor bermesin pembakaran," kata Sekjen ESDM, Dadan Kusdiana, dalam kesempatan terpisah.

