Menhub Perkirakan Tahun 2060 Pesawat Sudah Bisa Gunakan Full Bioavtur
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mendorong hilirisasi industri kelapa sawit untuk dikembangkan menjadi energi terbarukan bioavtur agar bisa mendukung industri penerbangan yang green. Ia pun memprediksi bioavtur akan bisa digunakan secara massal pada tahun 2060.
Bioavtur sendiri merupakan bahan bakar pesawat yang dibuat dari campuran avtur dan kelapa sawit 2,4%. Penggunaan Bioavtur dinilai dapat menurunkan emisi gas rumah kaca di sektor penerbangan.
"Di dunia aviasi kami sedang bicara untuk membuat bioavtur, yang kita perkirakan pada tahun 2060 itu sudah full bioavtur. Apabila kita mendapatkan itu, kita mendapatkan banyak bonus," kata Budi dalam sambutannya di acara Book Lauch Seminar : Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap karya Saleh Husin yang diselenggarakan Investortrust di Jakarta, Rabu, (9/10/2024).
Baca Juga
Menko Airlangga Imbau Pengusaha Besar Tak Ambil Ceruk Bioavtur dari UMKM
Dalam kesempatan tersebut Menhub mendorong agar riset penciptaan bioavtur bisa dilakukan lebih cepat di Tanah Air, mengingat sejumlah negara juga tengah melakukan riset serupa.
"Apa jadinya kalau nanti kita mengimpor bioavtur dari negara tetangga? Nah, oleh karenanya sejak awal dilakukan ini, saat ini saya apresiasi dan kita harus berfikir keras untuk itu,” kata Budi Karya.
Diberitakan investortrust.id sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan limbah kelapa berpotensi menjadi bioenergi dan bioavtur.
Baca Juga
Sasar Limbah Kelapa, Jokowi: Berpotensi Jadi Bioenergi dan Bioavtur
“Saya banyak melihat limbah kelapa sekarang menjadi bioenergi. Ini penting saya ke depan untuk terus dikembangkan. Kelapa juga bisa menjadi bioavtur,” kata Jokowi, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (22/7/2024).
Jokowi melihat potensi kelapa menjadi bioavtur. Dia berharap produksi olahan ini dapat meningkat dan bahkan diekspor ke negara lain. “Ini juga menjadi pekerjaan besar kita agar penggunaan ini bisa semakin meningkat dan diminati negara-negara lain,” ujar dia.

