Komit Dorong NZE 2060, Pabrik Ajinomoto Gunakan Listrik Bersih PLN
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah resmi melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Ajinomoto Indonesia terkait layanan Renewable Energy Certificate (REC) sebesar 219 ribu unit per tahun atau 219 Gigawatt hour (GWh) untuk dua pabrik yang berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat.
Hal ini merupakan komitmen PLN untuk terus mendorong transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Penandatanganan MoU dilakukan dalam gelaran Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN dalam mendukung upaya Pemerintah mengatasi perubahan iklim melalui berbagai upaya salah satunya melalui inovasi layanan REC. Bahkan, pemanfaatan REC telah mendapat kepercayaan dari pelaku usaha berbagai sektor termasuk industri dan bisnis yang membutuhkan suplai listrik hijau untuk kegiatan usahanya.
Baca Juga
Pasokan Listrik EBT Terus Bertambah, Terbaru PLN Siapkan Operasikan PLTA Ini
“Semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha dalam menggunakan REC menjadi bukti layanan ini merupakan alternatif yang mudah dan cepat bagi pelaku usaha yang ingin memenuhi kebutuhan listriknya dari sumber energi baru terbarukan (EBT),” kata Darmawan dalam keterangannya, Kamis (12/9/2024).
Perlu diketahui, Ajinomoto akan menggunakan layanan REC PLN sebesar 196 GWh per tahun untuk pabrik di Jawa Timur dan 23 GWh per tahun untuk pabrik di Jawa Barat.
Darmawan menambahkan, penggunaan REC berpotensi mengerek rasio penggunaan energi terbarukan Ajinomoto dan kerja sama ini merupakan bentuk sinergi dalam upaya penurunan emisi.
“Dulu PLN adalah perusahaan yang tertutup dan kaku. Saat ini, PLN merupakan perusahaan yang terbuka dan sangat kolaboratif. Hal ini kami lakukan untuk memastikan generasi mendatang memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan generasi saat ini,” imbuh dia.
Baca Juga
Direktur Ajinomoto Indonesia sekaligus Factory Manajer Mojokerto, Samsul Bakhri juga menyampaikan, suplai REC yang disalurkan PLN akan digunakan di dua pabrik yang berada di Karawang dan Mojokerto.
“Dengan adanya penggunaan REC kerja sama dengan PLN ini, penggunaan EBT kami untuk mengurangi emisi karbon meningkat menjadi lebih dari 45%. Ini adalah salah satu langkah penting untuk mencapai target dekarbonisasi perusahaan sebesar 60% pada 2030,” pungkas Samsul.

