Bahlil Targetkan Lifting Minyak Naik 200.000 BOPD, Begini Strateginya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memasang target peningkatan lifting minyak nasional sebesar 200.000 barrel oil per day (BOPD). Sekadar informasi, saat ini lifting minyak masih berada di sekitar angka 600.000 BOPD.
“Target kami adalah ke depan kita bisa menambah sekitar 200.000 barel,” ujar Bahlil dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, Rabu (9/10/2024).
Untuk mewujudkan target tersebut, Bahlil menyebut ada tiga strategi yang bisa diterapkan. Pertama adalah dengan mengoptimalisasi sumur-sumur idle. Kedua dengan intervensi teknologi terhadap sumur-sumur yang ada. Ketiga dengan menggencarkan eksplorasi.
Baca Juga
Selain Lifting Migas, Bahlil Juga Akan Fokus Kurangi Impor LPG
Terkait dengan intervensi teknologi, Bahlil mengungkapkan bahwa hal itu sudah dilakukan oleh ExxonMobil. Mereka mampu meningkatkan kapasitas lifting minyak dari yang semula 100.000 BOPD menjadi 150.000 BOPD.
“Artinya apa? Secara pengalaman yang ada, sumur-sumur yang ada ini bisa diintervensi dengan teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksinya,” kata Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Bahlil membeberkan bahwa dia sudah melakukan pembicaraan dengan pihak PT Pertamina (Persero) dan SKK Migas terkait dengan penggunaan teknologi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) ini. Disebutkan, intervensi teknologi bisa meningkatkan 20% dari total lifting kita sekarang.
“Artinya kalau 600.000 BOPD dikali 20%, itu kan bisa dapat 120.000 barel. Dan ini kita sudah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan, baik dari Amerika dan China. Salah satu intervensi di seluruh dunia adalah EOR (Enhance oil recovery),” ungkap dia.
Baca Juga
Kendati demikian, Bahlil tidak memungkiri untuk bisa mencapai tambahan 200.000 BOPD tersebut bukanlah hal mudah. Apalagi, masih dibutuhkan juga eksplorasi di hulu migas. Sementara itu, perizinan untuk eksplorasi masih berbelit dan lama.
“Izinnya itu minta ampun. Dulunya itu ada 329 izin. Sekarang sudah dipangkas. Sekarang tinggal kurang lebih 150 atau 100-200 izin lagi. Jadi kalau Anda ingin izin, sekarang tinggal 150 atau 180 izin, dikali 3 hari per izin, itu sekitar 1 tahun lebih,” ucap Bahlil.
Maka dari itu, Bahlil masih akan fokus juga menata soal perizinan ini sehingga perusahaan atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang ingin melakukan eksplorasi bisa dipermudah. Dengan demikian, diharapkan produksi dan lifting migas bisa semakin banyak dan cepat dilakukan.

