BPJS Kesehatan Jadi Acuan Sistem Jaminan Kesehatan bagi Negara Lain
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyampaikan, layanan kesehatan Indonesia menjadi tolok ukur (benchmark) negara lain karena capaiannya untuk mengcover 277 juta atau 98% dari seluruh penduduk.
''Sekarang ini BPJS menjadi benchmark, rujukan banyak negara. Bahkan kami diundang oleh Kementerian Kesehatan Malaysia (untuk paparkan keunggulan BPJS Kesehatan),'' ungkap Ghufron di Kantor Investortrust, Jakarta, Senin (7/10/2024).
Baca Juga
Adapun capaian BPJS lainnya yakni telah menerima penghargaan universal health coverage (UHC) dari International Social Security Association (ISSA) pada Kamis (8/8/2024) atas pencapaian coverage lebih dari 98% penduduk Indonesia melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain itu, ada aplikasi yang dikembangkan BPJS Kesehatan yakni i-Care di Mobile JKN yang memudahkan para dokter dan pasien untuk mengecek riwayat medis dalam kurun waktu satu tahun.
''Dulu (2014-2021) kurang bagus, sekarang bagus. Kenapa? Karena BPJS Kesehatan mengembangkan sebagai kolaborasi namanya payment channel itu sudah 950 ribu channel lebih. Contohnya OVO, Gopay, Indomaret, Bank, Automatic Debit dan lain sebagainya. Dulu (2014-2021) collection rate-nya sekitar 56%, sekarang 95%,'' papar Ali.
Ia menambahkan, hal ini bisa dicapai dengan kolaborasi dengan berbagai macam pemangku kepentingan dan sistem yang terdigitalisasi melalui aplikasi i-Care di Mobile JKN. ''Karena kita bekerja sama dengan semua pihak, ini (iuran) gampang, dengan Handphone saja sudah bisa bayar,'' tambah Ghufron.
Baca Juga
Dirut BPJS Kesehatan: Tingkat Kepatuhan Peserta Capai 95% Berkat Digitalisasi dan Kolaborasi
Namun demikian, ia tak menampik masih ada tugas-tugas yang harus dituntaskan pemerintahan yang baru seperti infrastruktur sektor kesehatan, di antaranya pembangunan fasilitas kesehatan (faskes) yang dekat dengan permukiman atau aksesibilitasnya mudah, peralatan teknologi yang terkini dan lengkap, tersedianya dokter spesialis hingga pasok obat-obatan.
''Ke depan, tentu kita (BPJS Kesehatan) dengan pemerintahan baru harus duduk bersama. Bagaimana agar semua itu serba 'happy,' termasuk rumah sakit bisa happy, uangnya cukup juga dan sustainable. Karena (JKN) satu-satunya program yang berbasis pada gotong royong yang bisa dirasakan oleh ratusan juta penduduk,'' ujar dia.

