Bertemu Erick Thohir, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie Rekomendasikan Ini untuk BUMN
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia periode 2024-2029, Anindya Novyan Bakrie merekomendasikan tiga hal untuk pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke depan.
Anindya mengungkapkan, rekomendasi pertama adalah perampingan BUMN yang telah terlaksana dengan baik. “Tadi memperamping BUMN itu sudah bagus,” kata Anindya usai bertemu Menteri BUMN, Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/9/2024).
Baca Juga
Menteri BUMN Ucapkan Selamat ke Anindya Bakrie Sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia
Rekomendasi kedua, menurut Anindya, yaitu mempererat kerja sama Kementerian BUMN dengan swasta, terutama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sedangkan rekomendasi ketiga adalah mendorong UMKM agar go global. “Yang ketiga, bagaimana bisa go global,” ucap dia.
Anindya mengatakan, UMKM harus didorong go global demi mendapatkan pangsa pasar dan kesempatan. Apa yang dilakukan Kementerian BUMN terhadap UMKM saat ini telah baik.
“Tinggal, istilahnya, kan tadinya diversified, diversifikasi, lalu dibikin menjadi lebih fokus. Nah, sekarang kita bikin lebih dalam atau intensifikasinya,” ujar dia.
Dengan pendalamanan ini, kata Anindya, tata kelola BUMN ke depan diharapkan membaik, sehingga kinerja keuangan perusahaan-perusahaan BUMN kian baik.
“Sekarang kan sudah ada 40 (BUMN) yang menghasilkan. Tapi (ke depan) perlu ditambah lagi key performance indicator-nya. Bagaimana dengan swasta bisa bekerja sama erat karena swasta itu juga menjadi penggerak ekonomi, selain UMKM,” papar dia.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, setelah perampingan, BUMN tinggal berjumlah 47 perusahaan. Dari jumlah tersebut, 7 BUMN di antaranya masih rugi. Namun, angka tersebut belum final dan masih bisa diturunkan.
Baca Juga
Bertemu Ketum Anindya, Menteri BUMN Bahas Integrasi Database dengan Kadin
“Saya selalu bilang, jumlahnya mungkin ke depan 30 (BUMN). Jadi, sektor-sektor yang memang private sector sudah ada, seperti Pak Prabowo arahkan, apakah hotel, apakah rumah sakit, apakah yang lain,” ujar Erick.
Selain memaksimalkan peran BUMN, menurut Erick Thohir, peran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sangat penting. Ini karena 92% pinjaman UMKM dan ultramikro berasal dari Himbara.
“Tidak dari private bank atau bank asing. Tentu di sendi-sendi lain kita coba dorong, bagaimana konektivitas bisa menjadi solusi ekonomi masa depan kita, yaitu ekonomi digital,” papar dia.

