Menteri BUMN Ucapkan Selamat ke Anindya Bakrie Sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri BUMN Erick Thohir mengucapkan selamat atas terpilihnya Anindya Novyan Bakrie sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2024-2029.
"Ya, terima kasih kedatangan Pak Anin, Ketua Umum Kadin. Selamat Pak Anin, salaman dulu," kata Erick Thohir di kantornya, Jakarta, Senin (30/9/2027).
Pada kesempatan itu, Erick menyampaikan BUMN terus melakukan transformasi. Ini ditandai dengan semakin terklasternya BUMN di era Presiden Joko Widodo.
BUMN yang tercatat saat ini mencapai 47 BUMN. Dari total tersebut, 7 BUMN di antaranya masih rugi. Erick menyebut angka tersebut belum final dan masih bisa diturunkan.
Baca Juga
Menteri BUMN Bahas Integrasi Database dengan Kadin dalam Pertemuan dengan Ketum Anindya
“Saya selalu bilang, jumlahnya mungkin ke depan 30 (BUMN). Jadi sektor-sektor yang memang private sector sudah ada, seperti Pak Prabowo arahkan, apakah hotel, apakah rumah sakit, apakah yang lain,” ujar Erick.
Selain itu, dia menyebut BUMN bisa jadi benteng ekonomi nasional di tengah pasar yang terbuka.
"Karena kan pemerintah sudah membuka bahwa pasar ini sangat-sangat balance antara swasta, investasi untuk UMKM dan sendirinya. Tadi Pak Anin dan saya dan seluruh anggota Kadin, kita melihat ada improvisasi yang harus kita dorong ke depan," ujar Erick.
Pria yang juga menjabat Ketua Umum PSSI tersebut mengatakan upaya penggabungan database milik Kadin dan BUMN diharapkan bisa membuka ruang tender bagi swasta.
"Supaya tadi ketika ada tender-tender itu kita buka selebar-lebarnya sehingga peran swasta, UMKM bisa menjadi bagian. Tentu dengan satu kesepakatan, yaitu good corporate governance dan juga bagaimana transparansi," ujar dia.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie melihat adanya peluang kerja sama antara Kadin dan Kementerian BUMN ke depan. Kolaborasi juga bisa ditunjukkan dengan penyatuan sistem database yang dimiliki Kadin dan BUMN.
Baca Juga
Kerja Sama dengan Kemenperin, Ketum Kadin Anindya Ingin Tancap Gas Majukan Industri Indonesia
"Bagaimana sistem database Kadin bersama BUMN misalnya Kopra atau Livin' itu bisa gabung, jadi gampang data base-nya untuk melihat member mana kerjanya apa," ujar dia.
Selain sistem, Anindya juga berharap kolaborasi dengan BUMN terhadap program investasi dengan skala yang sesuai dengan kemampuan para pelaku usaha.
"Apabila ada program-program investasi yang skalanya pas, anggota-anggota kami juga pasti ingin berpartisipasi. Tapi intinya bagaimana bisa membangun perekonomian bisa lebih maju lagi," ujar dia.

