Perilaku Konsumen Berubah, Pebisnis UMKM Diminta Lakukan Digitalisasi
JAKARTA, Investortrust.id - Seiring berkembangnya digitalisasi, perilaku konsumen juga terus berubah. Pakar pemasaran digital Andreas Agung meminta pelaku bisnis untuk melakukan digitalisasi mengikuti perilaku masyarakat agar bisnisnya tetap eksis.
Menurut Andreas, saat ini semua jenis lapisan masyarakat sudah mulai beralih ke digital, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk entertainment. Sehingga, bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tidak melakukan digitalisasi akan tersisih.
“Jadi pebisnis manapun yang ingin bisnisnya bertahan, harus mengikuti perubahan perilaku konsumen. Nah perilaku masyarakatnya sudah semakin digital, otomatis pebisnisnya juga harus masuk ke digital. Karena kalau masyarakatnya sudah digital tapi pebisnisnya gak masuk ke digital, ya dia akan punah, bisnisnya gak ditemukan di Google,” ujar Andreas dalam Investortrust UMKM Connect 2024 bertajuk “Digitalisasi UMKM, Strategi Untuk Bersaing di Pasar Global di Jakarta, Rabu (25/9/2024).
Baca Juga
Cegah UMKM Lari ke Pinjol, Kemenkop UKM Permudah Akses Pembiayaan Bank
Tidak hanya itu, Andreas menegaskan bahwa pelaku UMKM perlu meng-upgrade kemampuan dengan mendalami pemasaran digital atau digital marketing sebagai salah satu keahlian yang perlu dimiliki pelaku bisnis. Untuk itu, terdapat lima strategi digital marketing yang perlu ditekankan untuk meningkatkan visibilitas di dunia digital.
Pertama, pelaku bisnis harus memiliki website yang teroptimalisasi secara search engine optimalization (SEO), agar website UMKM dapat muncul di halaman pertama Google dan lebih mudah ditemukan calon pembeli.
Kedua, pelaku bisnis juga memerlukan youtube marketing atau merekam seluruh kegiatannya dan mengunggahnya di platform Youtube. “Biasakan merekam, membuat video dari produk atau jasa yang dia punya, itu akan menjadi konten yang bagus sekali,” paparnya.
Ketiga, kata Andreas, melansir data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2024 mencapai 221,56 juta jiwa dari total populasi 278,69 juta jiwa penduduk Indonesia tahun 2023. Oleh sebab itu, penting untuk memiliki social media existence atau tampil dalam sosial media. Sebut saja seperti Tiktok, Instagram, Facebook, Youtube, dan lain-lain.
Baca Juga
Begini Upaya Kemenkop UKM Dorong Sektor UMKM dalam Maksimalkan Penerapan Digital
Keempat, UMKM perlu melakukan list building atau mengumpulkan data base pembeli atau konsumen untuk di-follow up di lain waktu. ”Karena kalau di dunia digital, sama aja sebenarnya dengan di dunia offline, kalau ada yang datang ke website, atau ke toko online, orang belum tentu beli saat itu juga, oleh karena itu, UMKM ke bisnis itu mesti mengumpulkan database mereka, untuk dapat ditawarkan kembali di lain waktu,” tuturnya.
Terakhir, UMKM perlu memahami sejumlah marketplace platform yang dapat digunakan untuk memasarkan produk. Untuk C2C, pelaku UMKM dapat memasarkan lewat Shopee dan Tokopedia. Sementara untuk B2B, pelaku UMKM dapat memasarkan produk dan jasa melalui Indonetwork. (CR-4)

