Pelindo Bidik Investasi US$ 40 Juta untuk Pengembangan Kawasan Marina Bali
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholding PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) membidik target investasi, baik dari sektor swasta domestik atau luar negeri hingga US$ 40 juta atau Rp 607,8 miliar (Kurs Rp 15.195/USD), untuk pengembangan kawasan marina di Benoa Bali, yakni Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).
Direktur Utama SPSL Joko Noerhudha mengatakan, perseroan telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dasar dengan biaya yang terserap sekitar Rp 1,4 triliun. “Sudah selesai untuk (pembangunan) infrastruktur dasar, makanya kita lanjutkanstrategic partner mungkin mereka akan investasi sekitar US$ 30-40 juta,” katanya saat ditemui di salah satu restoran di mal Jakarta, Senin (23/9/2024).
Baca Juga
Pelindo Gelar Sail to Indonesia Goes to BMTH, Simak Jadwalnya!
Sejalan dengan itu, ia pun berharap dengan penyelenggaraan event Sail to Indonesia Goes to BMTH ini dapat menarik minat investor, baik yachter maupun cruiser, sehingga pengembangan kawasan marina ini dapat meningkatkan sektor pariwisata dalam negeri.
“Jadi ini sekaligus mencoba dari fasilitas marina kita. Mudah-mudahan seluruh para yachter puas. Kita menerima para yachter yang terdiri atas beberapa negara, khususnya dari Australia, Perancis, Amerika, serta Kanada. BMTH akan menjadi salah satu pusat pariwisata, mungkin hiburan ya, dan saya yakin akan menambah kunjungan pariwisata di Bali,” ujar Joko.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menandatangani perjanjian pemanfaatan dan penggunaan tanah hasil reklamasi sebagai objek konsesi di Area Pengembangan I Pelabuhan Benoa, Bali. Perjanjian ini mencakup pemanfaatan tanah hasil reklamasi seluas 247.700 m2 di Pelabuhan Benoa.
Tanah tersebut akan digunakan untuk pembangunan, pengelolaan, dan pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan, sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan Benoa yang juga merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional BMTH.
Baca Juga
Menparekraf: Pengunjung Bali International Air Show Sukses Lampaui Target
Perjanjian ini memiliki jangka waktu selama 30 tahun, di mana 5% dari tanah tersebut, atau seluas 12.385 meter persegi, akan diserahkan kepada KSOP Kelas II Benoa untuk kepentingan pemerintah.
Adapun penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Capt. Herbert Elisa P Marpaung dengan Sub Regional Head pada Sub Regional Bali Nusra Regional 3 PT Pelindo Fariz Hariyoso di Jakarta, Jumat (30/8/2024) lalu.
Hingga Mei 2024, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan, pembangunan BMTH di Benoa, Bali akan rampung pada September 2024. “Dengan dukungan Pemerintah Daerah dan Kementerian terkait seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perhubungan, BMTH diharapkan bisa selesai sesuai target,” tandasnya dalam keterangan resmi, Minggu (12/5/2024).
Baca Juga
Subholding Pelindo Solusi Logistik Catat Pertumbuhan Kinerja Positif
Ia menambahkan, pada tahun 2023 Pelabuhan Benoa telah sukses sebagai tempat bersandar kapal pesiar atau cruise sebanyak 48 unit dengan arus penumpang mencapai 77 ribu orang.
Tak hanya itu, lanjut Erick, BMTH juga diharapkan dapat meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali hingga 2,7 kali lipat. “Serta meningkatkan kunjungan turis asing di Pelabuhan Benoa 1,5 kali lipat dan turis domestik hingga 2 kali lipat,” pungkasnya.

