Kemenkominfo Ungkap Pentingnya Meningkatkan Kompetensi Digital Pelaku UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengeklaim telah meningkatkan kompetensi digital lebih dari 60.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia sejak 2023.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkominfo Hary Budiarto mengatakan pihaknya telah melatih dan mendampingi 63.985 orang pelaku UMKM dengan keterampilan digital sejak Januari 2023-September 2024.
Pmanfaatan teknologi digital dinilai dapat membantu pelaku UMKM memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan bisnis serta memiliki daya saing di era digital.
“Dampak teknologi sangat signifikan dalam mendorong pelaku usaha lokal. Dengan keterampilan digital yang memadai, UMKM dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan bersaing di tingkat global,” ungkapnya melalui keterangan resmi Kemenkominfo, dikutip Kamis (19/9/2024).
Baca Juga
Pagu Anggaran Kemenkop UKM Tahun 2025 Turun 37,44%, Komisi VI DPR Prihatin
Menurut Hary Budiarto, pelatihan digital sangat penting untuk mempersiapkan UMKM menghadapi era digital yang semakin kompetitif. “Hingga saat ini, ribuan pelaku UMKM telah mengikuti berbagai pelatihan digital yang diselenggarakan oleh Kominfo, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut. Saat mereka berjualan online, banyak pembeli berasal dari Arab Saudi, Malaysia. Pelaku UMKM butuh pendampingan atau mentoring agar mereka tahu harus menghubungi siapa ketika menghadapi masalah dalam menjalankan bisnis digital,” jelasnya.
Data BPSDM Kementerian Kominfo, menunjukkan bahwa minat pelaku UMKM terhadap pelatihan digital sangat tinggi, terutama pada bidang kewirausahaan digital dasar dan pemasaran digital. Hal menurut Hary menunjukkan kesadaran yang semakin meningkat akan pentingnya teknologi dalam menjalankan bisnis.
Selain itu, program pelatihan kewirausahaan digital syariah juga mendapatkan sambutan positif, menunjukkan potensi besar bisnis berbasis nilai-nilai Islam di Indonesia. Meskipun demikian, Hary mengidentifikasi masih terdapat tantangan, seperti terbatasnya waktu bagi pelaku UMKM untuk mengikuti pelatihan dan kurangnya pendampingan setelah pelatihan.
Baca Juga
Konsorsium Credit Scoring Bakal Jadi Pengawas dan Penentu Kriteria UMKM Pengaju Pinjaman
Oleh karena itu, Kemenkominfo terus berupaya meningkatkan kualitas dan relevansi pelatihan, serta memperluas akses bagi UMKM di daerah-daerah yang belum terjangkau. “Pelatihan dasar ke depannya akan lebih diarahkan pada praktik langsung sehingga pelaku usaha bisa memanfaatkan keterampilan yang mereka peroleh tanpa harus merasa kehilangan waktu berjualan,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, program pelatihan digital UMKM Indonesia telah memberikan kontribusi yang positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
“Masih banyak yang perlu dilakukan, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, hingga penyelenggaraan program-program yang lebih inklusif. Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pemberdayaan UMKM digital merata di seluruh Indonesia,” pungkas Hary.

