Telan Biaya Rp 34,09 Miliar, Rumah Susun MBR di Semarang dan Surakarta Siap Diresmikan
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan telah menyelesaikan pembangunan rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Kota Semarang dan Surakarta yang menelan biaya sebesar Rp 34,09 miliar.
Diketahui, pembangunan rusun tersebut dilaksanakan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III pada tahun 2022 dan rampung pada tahun 2023.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rumah susun baik bagi MBR, mahasiswa, santri, TNI/ Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam penyediaan hunian yang layak.
“Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman,” kata Basuki dalam keterangan yang diterima investortrust.id, Kamis (19/9/2024).
Baca Juga
Menteri Basuki: Inpres Alih Fungsi Wisma Atlet Jadi Rusun ASN-Komersial Terbit September 2024
Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto menambahkan, kedua rusun tersebut saat ini telah dihuni 100% oleh para penerima manfaat dan dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang dan Surakarta.
Sebagai gambaran, rusun Semarang dikelola oleh Badan Pengelola UPTD Rumah Susun Sewa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang. Sementara itu, rusun Surakarta dikelola oleh UPT Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta.
“BP2P Jawa III telah melakukan penilaian bangunan bagi kedua rumah susun tersebut. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan pada 30 Mei 2023, bangunan Rumah Susun MBR Pemerintah Kota Semarang memperoleh nilai 85,15 atau sangat baik. Sedangkan hasil penilaian bangunan untuk Rumah Susun MBR Pemerintah Kota Surakarta yang telah dilakukan pada 25 Juli 2023, memperoleh nilai 85,50 atau sangat baik. Sehingga, kedua rumah susun ini layak untuk diresmikan,” terang Iwan.
Kepala BP2P Jawa III, Syamsiar Nurhayadi mengungkapkan, konstruksi rusun MBR Semarang dibangun oleh PT Insan Pesona mulai 25 Agustus 2022 hingga 4 April 2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp 16,73 miliar.
Baca Juga
Bangun Rusun MBR, Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran Rp 4,53 Triliun
Sementara itu, lanjut Syamsiar, konstruksi rusun MBR Surakarta dibangun oleh PT Matra Kosala Digdaya mulai 28 September 2022 hingga 7 Juli 2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp 17,36 miliar.
Adapun pembangunan kedua rusun MBR ini telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum dan sarana prasarana pendukung, di antaranya ruang terbuka hijau, lansekap, ramp difabel, Ruang Serbaguna, lobby, musala hingga tempat bermain anak.
“Kedua rumah susun ini didesain memiliki 1 tower setinggi 3 lantai. Terdiri dari 44 unit hunian bertipe 36, dengan kapasitas 176 orang. Untuk status serah terima aset bagi Rumah Susun Pemerintah Kota Semarang, saat ini sedang dalam proses BAST dan Naskah Hibah. Sedangkan, untuk Rumah Susun Pemerintah Kota Surakarta sedang dalam proses Persetujuan Hibah di Kementerian Keuangan,” papar dia.

