Bantah Buka Keran Ekspor Pasir Laut, Jokowi: Sedimen yang Ganggu Jalur Kapal
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah telah membuka ekspor pasir laut. Jokowi menegaskan keran ekspor yang dibuka adalah sedimen laut yang mengganggu jalur kapal.
"Sekali lagi, itu bukan pasir laut ya, yang dibuka adalah sedimen. Sedimen yang mengganggu alur jalannya kapal," kata Jokowi seusai meresmikan Kawasan Indonesia Islamic Financial Center di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Baca Juga
Pemerintah Resmi Buka Keran Ekspor Pasir Laut, Tapi Ada Syaratnya!
Kepala Negara menyatakan pemerintah tidak membuka ekspor pasir laut. Meski wujudnya sama-sama berbentuk pasir, Jokowi mengatakan sedimentasi air laut berbeda dengan pasir laut.
"Sekali lagi, bukan (pasir laut), nanti kalau diterjemahkan pasir beda loh ya, sedimen itu beda, meskipun wujudnya juga pasir, tetapi (yang diekspor) sedimen. Coba dibaca di situ, sedimen," katanya.
Aturan ekspor sedimentasi tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut serta tindak lanjut dari usulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pengaturan ekspor hasil sedimentasi berupa pasir laut dilakukan untuk menanggulangi sedimentasi yang dapat menurunkan daya dukung serta daya tampung ekosistem pesisir dan laut, juga kesehatan laut.
Baca Juga
KKP Ungkap Ada Kapal Asing yang Keruk Pasir di Laut Perbatasan Indonesia
Selain itu, pengaturan ini juga bertujuan mengoptimalkan hasil sedimentasi di laut untuk kepentingan pembangunan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut.

