Dirut Pupuk Indonesia Ungkap Tantangan Industri Pupuk di Masa Transisi Energi
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengungkapkan ada tantangan yang dihadapi industri pupuk dalam upaya pemerintah melakukan transisi energi.
Menurut Rahmad, hilirisasi di sektor industri pupuk sebenarnya juga bisa dibaca sebagai industri petrokimia berbasiskan gas alam. Pasalnya, sebagian besar dari bahan baku pupuk berasal dari gas alam.
Lebih lanjut Rahmad menerangkan, dalam menghasilkan pupuk berbasis gas alam atau urea tersebut, pihaknya juga menghasilkan amonia yang merupakan sumber energi yang tidak mengandung karbon atau transition fuel.
Baca Juga
BUMN Jalin Kolaborasi Pengembangan Hidrogen Hijau, Pupuk Indonesia Jadi "Off Taker"
“Tantangannya, sebagaimana umumnya seluruh industri, tantangannya bukan pada pasar. Pasarnya besar sekali. Pertanyaan yang berikutnya adalah pada sumbernya, bahan bakunya. Kita punya pasar yang meningkat cukup besar, tapi apakah kita punya bahan bakunya?” kata Rahmad dalam acara Detik Leaders Forum, Selasa (17/9/2024).
Dijelaskan oleh Rahmad, gas alam ini masuk ke dalam kategori non-renewable, yang mana akan habis pada titik tertentu. Maka dari itu di industri pupuk, tantangan terbesar sekarang adalah memastikan jaringan pasokannya.
“Tentu kita tidak tinggal diam. Kita melakukan inovasi. Kita akan coba ubah menggunakan yang berbasiskan renewable resources. Jadi, tantangan hari ini yang terbesar ada pada kepastian pasokan bahan baku. Untuk di dalam negeri tentunya gas,” terang dia.
Baca Juga
Pupuk Indonesia dan Pertamina Jalin Kerja Sama Pacu Pengembangan CCS dan CCUS
Rahmad mengungkapkan, penggunaan gas alam untuk industri pupuk terbilang besar. Bahkan, produktivitas pertanian sebanyak 32%-nya tergantung pada pupuk yang berbasiskan gas alam atau pupuk urea.
“Jadi ini sangat penting sekali hubungannya antara ketahanan energi atau inovasi energi dengan ketahanan pangan,” sebut Rahmad.
Kendati demikian, Rahmad juga melihat adanya peluang dari tantangan yang dihadapi ini. Dia pun meyakini kalau persoalan ketersediaan pasokan gas alam ini bisa diatasi, mengingat dalam beberapa tahun terakhir telah ditemukan banyak sumur gas raksasa.
“Saya rasa tantangan akan terus ada. Tapi terkait dengan bidang energi, sepertinya cukup optimistis bahwa sumber-sumber gas baru ditemukan, baik itu di Aceh, di tempat yang lain. Cuma, ini kan namanya sektor hulu migas ini butuh waktu yang cukup panjang,” papar dia.

