Bahlil Punya 3 Jurus Genjot Produksi Minyak Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tidak menutup mata bahwa saat ini produksi minyak nasional masih terbilang kecil. Maka dari itu, dia akan melakukan tiga pendekatan untuk bisa meningkatkan produksi minyak ini.
Disampaikan oleh Bahlil, di masa lalu, yakni pada tahun 1997, produksi minyak Indonesia bisa mencapai 1,6 juta barel oil per day (BOPD). Namun, saat ini target produksi minyak nasional hanya di angka 600.000 BOPD.
“Sedangkan kita punya konsumsi (minyak) kurang lebih sekitar 1,6 juta, kita impor 900.000 sampai 1 juta. Inilah tantangan yang paling besar menurut saya yang Indonesia harus lakukan ke depan,” kata Bahlil dalam acara detikcom Leaders Forum, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga
Bahlil menyebut, kondisi ini pun menjadi perhatian Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Sebab, Prabowo menginginkan Indonesia memiliki kemandirian energi. Maka dari itu, tiga pendekatan ini dinilai Bahlil perlu untuk dilakukan guna meningkatkan produksi minyak nasional.
“Yang pertama adalah kita harus segera melakukan eksplorasi. Eksplorasi terhadap potensi-potensi sumur-sumur minyak baru. Yang kedua adalah bagaimana kita melakukan optimalisasi terhadap sumur-sumur minyak yang ada,” ujar Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Bahlil memaparkan, 65% dari total lifting minyak saat ini dikuasai oleh PT Pertamina (Persero) dan 26% oleh Exxon. Menurutnya, harus ada intervensi teknologi untuk meningkatkan lifting minyak ini, yakni salah satunya dari teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Baca Juga
Hadiah Ulang Tahun Ke-79 RI, Produksi Minyak dan Gas Capai 1.873 Ribu BOEPD
“Yang ketiga adalah kita juga sedang mengidentifikasi untuk mengoptimalkan potensi sumur-sumur idle yang masih produktif. Nah, ini mungkin yang bisa kita lakukan. Selain itu, saya juga menyampaikan bahwa kita sudah harus meningkatkan peningkatan pemakaian kita pada energi baru terbarukan,” terang Bahlil.

