Kemenhub Ungkap Progres Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Siapa Saja BUP-nya?
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan tengah menunggu proses pembebasan lahan seluas 60 hektare (ha). Tanjung Carat akan digarap oleh tiga badan usaha pelabuhan (BUP), baik dari swasta dan BUMN.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati saat dihubungiinvestortrust.id melalui pesan singkat pada Kamis (5/9/2024).
“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat masih menunggu pelepasan lahan yaitu pelepasan kawasan hutan 60 hektare dan sertifikasi lahan mozaik 5 dan 6,” katanya.
Baca Juga
Diminati Banyak Investor, Pelabuhan Tanjung Carat Dibangun pada 2024
Adita mengklaim, saat ini proses pembebasan lahan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah (Pemda) Sumatera Selatan. “Jika lahan sudah dibebaskan, maka dapat ditindaklanjuti dengan proses peminatan kerja sama, dan pembangunannya (dimulai),” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, tiga BUP yang akan melaksanakan proyek pembangunan Pelabuhan Palembang Baru berasal dari swasta dan BUMN. Sayangnya Adita enggan mengungkap siapa saja badan usaha yang dimaksud.
“Ketiga Badan Usaha Pelabuhan (BUP) tersebut telah menandatangani MoU (nota kesepahaman) pada bulan Mei 2024,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Pelabuhan Palembang Baru yang akan dibangun di Tanjung Carat akan menjadi pusat distribusi barang/logistik menggantikan Pelabuhan Boom Baru yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena lokasinya berada di tengah kota, dan juga karena sudah mengalami pendangkalan atau sedimentasi sehingga tidak bisa disinggahi kapal-kapal berukuran besar.
Baca Juga
Kemenhub Gandeng Pelindo Bangun Pelabuhan di KIT Batang Tahun Depan
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), dapat dilakukan pada tahun 2024.
Budi Karya mengatakan, apapun yang menjadi kendala yang berkaitan dengan proses administrasi, seperti lahan dan sebagainya diharapkan bisa tuntas dalam waktu dekat, sehingga pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat akan dimulai dan secepatnya beroperasi.
“Tahun depan semuanya akan kami selesaikan, baik itu administrasi, AMDAL, anggaran dan sebagainya. Insyaallah pada tahun 2024 sudah bisa dimulai pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat,” ujar Menhub Oktober 2023 silam.
Menurut dia, keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat penting mengingat selama ini seluruh komoditas pertambangan dan urusan logistik lainnya dikirim ke pelabuhan di Lampung.
Baca Juga
Pemerintah Bentuk Satgas Barang Impor dan Pemindahan Operasional Pelabuhan
“Kami juga akan terus mendorong untuk percepatan pelaksanaannya di tingkat kementerian di pusat,” ucapnya.
Diminati Banyak Investor
Selain itu, katanya, saat ini banyak investor yang berminat untuk berinvestasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Carat, mulai dari bidang curah, padat dan cair dipastikan akan turut berinvestasi.
“Saat ini masih menunggu kepastian dari investor bidang kontainer atau logistik dalam pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat,” kata Budi Karya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni mengatakan, dirinya sepakat untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Sebab, nantinya bisa berdampak positif bagi Sumsel.
“Pada prinsipnya semua program yang masuk ke Sumsel, baik dalam hal kelancaran transportasi dan pelayanan publik, pasti kami dukung. Tadi kami juga membahas berbagai hal, termasuk merealisasikan Pelabuhan Tanjung Carat, apa-apa saja yang harus kita lakukan dan langkah-langkah untuk percepatannya akan dilaksanakan,” jelasnya.
Fatoni mengatakan rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat harus dilakukan secara optimal. Maka dari itu, instansi terkait diminta melakukan inventarisir untuk percepatannya.
“Kebetulan sekali saya mengikuti pembahasan Pelabuhan Tanjung Carat di kementerian dan tahu mengenai perkembangannya. Semoga pembangunannya bisa segera dilaksanakan dan kami akan melakukan koordinasi secara intens untuk merealisasikannya,” katanya.

