Nilai Belanja Industri Halal Capai US$ 2,29 Triliun, Kemenperin: Potensi Pasar Menjanjikan
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan peningkatan jumlah pengeluaran konsumen muslim dunia sebesar 9,5% dari US$ 2 triliun pada 2021 menjadi US$ 2,29 triliun pada 2022, sebagaimana tercantum pada State of the Global Islamic Economy Report (SGIER).
Di samping itu, Sekjen Kemenperin Eko Cahyanto menjelaskan, populasi penduduk muslim di dunia juga diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 2,2 miliar jiwa atau 26,5% dari total populasi dunia pada tahun 2030 berdasarkan data Pew Research Center’s Forum on Religion and Public Life.
Baca Juga
Tekan Emisi Karbon, Kemenperin Buat Peta Jalan Dekarbonisasi dan Perdagangan Karbon
"Peningkatan angka tersebut tentu akan sejalan dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap produk industri halal," ucap Eko pada acara Indonesia Halal Industry Awards 2024 di Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (26/8/2024).
Sehingga, lanjut dia, Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, yang mencapai 235,6 juta jiwa, memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal.
Adapun, Eko mengungkapkan, industri halal sebagai bagian dari industri pengolahan juga menunjukkan kinerja yang positif dimana pada Triwulan I 2024, sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) tumbuh positif sebesar 1,94%.
Baca Juga
Menurut Eko, pertumbuhan industri halal tersebut berasal dari sektor makanan dan minuman atau mamin halal sebesar 5,87%. Kemudian penyumbang terbesar selanjutnya dari sektor modest fashion, yakni sebesar 3,81% pada Triwulan I 2024.
"Hal ini menunjukkan bahwa ke depannya pertumbuhan ekonomi nasional mampu didominasi oleh pertumbuhan ekonomi syariah melalui pertumbuhan industri halal," tandas Eko.

