OJK Sebut Industri Perbankan Indonesia Masih Tawarkan Potensi yang Menjanjikan Bagi Sejumlah Bank Asing
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai secara umum industri perbankan di Indonesia masih menawarkan potensi yang menjanjikan bagi bank-bank asing. Terutama karena Indonesia memiliki pangsa pasar yang luas dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan layanan keuangan terus meningkat, namun tingkat penetrasinya masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga.
"Sehingga memberikan ruang bagi investor untuk mengembangkan berbagai produk perbankan," ujar Dian dalam jawaban tertulis Konferensi Pers Assesmen Sektor Jasa Keuangan & Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan September 2024.
Baca Juga
OJK Rilis LSPI Triwulan II-2024 : Konsumsi Domestik Tumbuh Melambat, Kredit Masih Tumbuh Secara Baik
Selain itu, lanjut Dian, Indonesia memiliki ekosistem investasi yang kondusif, dengan dukungan kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan, fokus pada inklusi keuangan, serta stabilitas ekonomi yang terus terjaga.
"Perkembangan teknologi dan tren digitalisasi juga menambah daya tarik industri ini, karena membuka peluang besar bagi bank asing untuk menawarkan layanan perbankan digital yang inovatif," ungkap Dian.
Baca Juga
Perkuat Integritas Sistem Perbankan, OJK Rilis POJK Integritas Pelaporan Keuangan Bank
Lebih lanjut, Dian mengatakan, sejumlah bank asing memang masih mempertimbangkan masuk atau memperluas operasinya di Indonesia, namun juga mempertimbangkan tantangan yang ada, seperti regulasi yang prudent dan persaingan yang kompetitif.
"Dengan peluang dan tantangan tersebut, sektor perbankan Indonesia tetap menjadi salah satu sektor yang sangat menjanjikan bagi investor asing," kata Dian.

