Ada Lonjakan 22.000 Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Kemenperin Singgung Kisah Roro Jonggrang
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan terjadi lonjakan jumlah kontainer yang tertahan di pelabuhan berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai. Dalam periode 16 hingga 18 Mei 2024 atau selama 2 hari, terdapat peningkatan hingga 22.000 kontainer yang tertahan di pelabuhan.
Jubir Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyebutkan, Dirjen Bea Cukai Askolani mengatakan kepada Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, terdapat 4.000 kontainer yang tertahan di pelabuhan pada 16 Mei 2024.
Baca Juga
Kemenperin Tuding Data 26.000 Kontainer Tak Transparan, Begini Respons Bea Cukai
"Melalui telepon, dan Pak Askolani menjawab bahwa kontainer yang tertahan di pelabuhan ada sekitar 4.000 kontainer," ucap Febri saat konferensi pers di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).
Namun, dua hari kemudian atau pada 18 Mei 2024, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut, kontainer yang tertahan sebanyak 26.415.
"Pada 18 Mei 2024, Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan melakukan konferensi pers di Tanjung Priok dan menyatakan jumlah kontainer yang tertahan di pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak itu sejumlah 26.415," terangnya.
Untuk itu, Febri mengungkapkan keheranannya dengan lonjakan jumlah kontainer yang tertahan di pelabuhan. Febri pun menyinggung Roro Jonggrang yang dikisahkan meminta Bandung Bondowoso membangun 1.000 candi dalam satu malam.
Baca Juga
Kemenperin Bantah Telah Terima Surat Penjelasan Isi 26.000 Kontainer dari Dirjen Bea Cukai
"Pertanyaannya, kenapa dalam 2 malam tiba-tiba kontainer yang tertahan itu melonjak?" ungkap Febri.
"Apakah, komentar kami, apakah Bandung Bondowoso itu melamar Roro Jonggrang dalam dua malam? Sehingga tiba-tiba ada sekitar 26.000 kontainer, tiba-tiba ada di dua pelabuhan itu atau tiga pelabuhan," tambahnya.

