Kemendag Beberkan Upaya Genjot Nilai Ekspor RI
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan sejumlah strategi yang dilakukan untuk bisa meningkatkan nilai ekspor. Hal pertama yang dilakukan adalah memperluas pasar dengan melakukan berbagai misi dagang dengan negara-negara non-tradisional.
Sekretaris Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kemendag Ari Satria menyebutkan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas tengah gencar melakukan misi perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA).
"Pak Mendag juga saya dengar juga banyak mau melakukan misi dagang-misi dagang ke negara-negara non-tradisional seperti Afrika dan sebagainya," ucap Ari saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Baca Juga
Nilai Ekspor Perikanan Capai Rp 44,24 Triliun, AS dan China Jadi Sumber Cuan
Pasalnya, Ari juga menyebutkan bahwa hingga saat ini Indonesia telah mempunyai 38 perjanjian perdagangan bebas, dan terdapat 16 perundingan yang tengah mengarah ke perjanjian tersebut. Dengan adanya langkah itu, pintu ekspor akan terbuka.
"Jadi, kalau pintunya sudah terbuka, aksesnya diharapkan lebih lancar lah ekspor kita. Walaupun kita harapkan impornya juga jangan terlalu banyak juga. Tapi ya terkendali lah, minimal untuk bahan baku dan bahan penolong," ungkapnya.
"Tapi pembukaan akses pasar itu juga harus diikuti dengan promosi kita. Jadi jangan sampai aksesnya sudah terbuka, promosinya tidak sejalan, dan juga dengan regulasinya, bagaimana regulasinya bisa mendukung itu," tambah Ari.
Baca Juga
Kemendag Ragu Pelemahan Rupiah Akan Dongrak Nilai Ekspor RI, Ini Alasannya
Diketahui sebelumnya, BPS mencatat nilai ekspor RI pada periode Juni 2024 mencapai US$ 20,84 miliar. Capaian angka tersebut menurun sebesar 6,65% secara bulanan atau month to month (mtm) dibandingkan dengan Mei 2024, yakni sebesar US$ 22,33.

